Benarkah Pemberian Kopi pada Anak Bisa Mencegah Kejang?

Penulis : Irham Syahril
Ilustrasi.

Menyusul viralnya video seorang ibu di Gowa yang memberi kopi saset pada anaknya, pemahaman bahwa memberi kopi pada anak dapat mecegah kejang atau steps juga menjadi perbincangan yang tak terhindarkan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim kopi bisa digunakan sebagai pencegahan kejang pada anak. Tips ini pada dasarnya bukanlah hal yang baru, bahkan memang menjadi hal yang dipercaya oleh sebagian besar orang-orang tua. 

Kepercayaan ini juga kembali mencuat atau dibahas menyusul viralnya video seorang ibu di Gowa, Sulsel yang memberi minum anaknya kopi saset. Walau beda konteks dengan pencegahan kejang dengan menggunakan kopi hitam. 

Dikutip artikel dari Klikdokter.com berjudul "Benarkah Kopi Hitam Bisa Cegah Bayi Alami Kejang?" dr. Jessica Florencia, Sp.PK. menjelaskan, klaim atau kepercayaan tersebut tidaklah benar.

Baca Juga : Berdayakan SDM Lokal, Kemenperin Gelar Diklat 3 in 1 Pengolahan Kopi di Bantaeng

"Memberikan kopi kepada anak yang kejang adalah tindakan berbahaya dan mesti dihindari. Lagipula, belum ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan terkait manfaat kopi untuk anak kejang," ujar dr Jessica, dikutip Kamis (26/1/2023). 

"Bukannya mengobati, kopi malah bisa merangsang kejang pada orang yang rentan. Minuman berkafein tersebut juga berpotensi mengurangi efektivitas obat antikejang," sambungnya. 

Selain penjelasan dr Jessica, sebelumnya kepada Portalmedia.id, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda, dr Fadli Ananda menjelaskan, pemberian kopi pada anak atau bayi merupakan perilaku yang salah.

Baca Juga : Waspada! Gara-gara Terkunci, 3 Orang Anak Meninggal Dalam Kamar yang Terbakar

'Tubuh anak dan tubuh orang dewasa berbeda dalam menyerap kafein yang berada dalam kopi, orang dewasa mampu menyerap 5 sampai 7 jam kafein, sedangkan anak-anak butuh sekitar 65 sampai 135 jam untuk menyerap kafein pada kopi, sehingga hal itu dapat menyebabkan anak diare," ungkap dr Fadli, Rabu (25/1/2023).

Selain diare, lanjut dr Fadli, kafein yang lama terserap itu dapat menyebabkan dehidrasi, bahkan pendarahan akibat kerusakan usus, serta risiko stunting. 

Sementara itu, dikutip dari liputan6, dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan metabolik, Meta Hanindita menyebutkan, kopi malah justru mengandung antinutrien seperti kafein yang dapat menghambat penyerapan berbagai zat gizi penting untuk bayi. 

Baca Juga : Pemerintah Desa Padang Loe Beri Pembinaan Anak dan Remaja yang Berhadapan Hukum

Bila menilik aturan American Academy of Pediatrics (AAP), para dokter anak di sana juga tidak menganjurkan anak-anak di bawah 12 tahun, apalagi bayi minum kopi. Jika pun anak sudah 12 tahun ke atas, minum kopinya harus dibatasi sekitar 100 mg per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru