Kecelakaan Maut di Cibubur, Pertamina Sampaikan Permohonan Maaf
Kecelakaan maut beruntun telah tejadi di Cibubur, Bekasi antara truk tangki Pertamina dengan puluhan kendaraan. Akibat kecelakaan ini puluhan ambulance dikerahkan untuk mengangkut jenazah.
PORTALMEDIA.ID, JABAR - Puluhan ambulans dikerahkan ke lokasi kecelakaan maut beruntun yang melibatkan truk tangki milik Pertamina, di Jalan Transyogi Alternatif Cibubur, depan CBD Kelurahan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Sekaitan kejadiaan nahas ini, PT Pertamina Patra Niaga menyampaikannya permohonan maaf atas insiden maut yang menewaskan belasan korban tersebut.
"Sehubungan dengan kecelakaan yang dialami mobil tangki dengan nopol B 9598 BEH di Cibubur sekitar pukul 15.29 WIB sore tadi, Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya peristiwa ini, dan menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, dalam keterangannya, dikutip dari liputan6.com, Senin (18/7/2022).
Baca Juga : Pertamina dan Pertamedika IHC Sertifikasi Gizi 28 Pelaku UMKM F&B Makassar
Menurutnya, Pertamina bekerja sama dengan aparat kepolisian bergerak cepat memastikan penanganan korban peristiwa kecelakaan truk Pertamina dapat segera tertangani dengan baik.
Irto mengatakan, saat ini seluruh korban sudah berada di rumah sakit. Pertamina Patra Niaga akan bertanggung jawab penuh atas peristiwa kecelakaan yang terjadi, dan mengupayakan penanganan yang maksimal kepada seluruh korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga pukul 18.00 WIB, mobil ambulans masih bolak balik mengangkut jenazah korban kecelakaan Cibubur ke Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati.
Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Pengasuh Anak, Pertamina-BKKBN Kolaborasi Sertifikasi TPA di Maros
Sedangkan untuk korban luka-luka saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Permata Cibubur yang dekat dengan lokasi kecelakaan.
Laporan terakhir pihak kepolisian menyatakan ada 11 korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut. Satu di antaranya Anggota Marinir TNI AL berpangkat Pelda Mar, bernama Suparno.
Penyebab Kecelakaan Masih Diinvestigasi
Adapun penyebab kecelakaan masih dalam tahap investigasi bekerjasama dengan aparat kepolisian. "Kami akan terus mengawal penanganan korban dan proses investigasi," ujar Irto.
Baca Juga : Antisipasi Nataru, Pertamina Siapkan Tambahan Pasokan BBM dan LPG di Toraja
"Untuk keselamatan bersama, bagi masyarakat yang melintas di area kejadian maupun bagi petugas di lokasi, dimohon untuk tidak merokok maupun menyalakan api, mengingat di dalam mobil tangki masih berisi BBM dan karena sifat bahan bakar minyak merupakan benda cair yang mudah terbakar," lanjut Irto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News