Puskes Haji: Penyebab Kematian Jemaah Haji Didominasi Penyakit Jantung

Ilustrasi: Jemaah Haji Indonesia

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS mengatakan ada tiga faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah haji

PORTALMEDIA.ID, JEDDAH -- Pusat Kesehatan Haji di Makkah mencatat sebanyak 58 jemaah haji wafat hingga Minggu (17/7/2022). Sementara penyebab kematian terbanyak adalah penyakit jantung.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS mengatakan jemaah haji wafat didominasi pria dan dari kelompok umur lebih banyak di bawah 60 tahun.

“Yang meninggal lebih banyak pria walau jemaah lebih banyak wanita.” kata dr. Budi dalam rilisnya, dilansir Selasa (19/7/2022).

Baca Juga : 394 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci

Menurut dr. Budi, ada tiga faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah haji. Faktor pertama adalah adanya ancaman suhu dan kelembaban di arab saudi. Sementara ancaman kedua adalah adanya aktivitas yang berlebihan.

Dijelaskan bila faktor kedua karena adanya kerentanan kesehatan terhadap jemaah haji indonesia yang didominasi oleh jemaah haji risiko tinggi (risti) karena faktor usia dan penyakit. Selain itu juga adanya kekambuhan penyakit yang dipicu oleh kelelahan dan kondisi fisik yang menurun.

Sedangkan faktor ketiga adalah kapasitas tenaga kesehatan, dimana antisipasi dan respon petugas kesehatan terhadap permasalahan kesehatan jemaah

Baca Juga : Kloter Terakhir Dipulangkan, Total 89 Jemaah Haji Wafaf di Tanah Suci

“Dengan berbagai cara, angka kematian bisa kita kendalikan, walaupun jemaah lansia, walaupun jemaah punya komorbid, tapi bisa kita kendalikan.” ujarnya

dr. Budi, mengatakan, kerentanan kesehatan jemaah dapat diantisipasi melalui penguatan promosi kesehatan. Berbagai upaya promosi kesehatan dilakukan tim, mulai dari kampanye #jangantungguhaus dari awal sebelum keberangkatan jemaah haji.

Selain itu juga seruan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri terutama saat keluar pondokan dan beribadah. Serta adanya kampanye untuk minum obat teratur bagi jemaah haji risti dan memiliki komorbid.

Baca Juga : Kloter 1 UPG Mendarat, 3 Jemaah Wafat dari Embarkasi Makassar

“Untuk menjaga jemaah tetap sehat dan mencegah atau memperburuk kekambuhan” ujarnya.

Dari sisi kapasitas tenaga kesehatan, dilakukan melalui penguatan formasi 30, dimana setiap 30 jemaah paling risti di masing masing kloter harus selalu didampingi oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter. Selain itu juga adanya screening atau pemeriksaan ulang serta kontrol rutin bagi jemaah haji risti di tiap tiap kloter.

Sebelumnya diberitakan, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah merilis jumlah jemaah haji meninggal dunia berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama RI, pada pertemuan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar pertemuan dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di kantor Daker Makkah.

Baca Juga : Update: 67 Jemaah Haji Wafat, 2 Diantaranya dari Kloter 11 Makassar

Data Siskohat mencatat sebanyak 57 orang meninggal dengan rincian 27 jemaah wafat sebelum puncak haji Armuzna yang berlangsung 4 Juni – 7 Juli 2022.

Pada fase ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang berlangsung 8 - 12 Juli 2022, tercatat 16 jemaah wafat. Untuk pascaarmuzna terdata 14 jemaah wafat. Berlangsung dari 13 juli hingga sekarang.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief meyakini bahwa kematian adalah takdir Tuhan. Namun, dia berharap ada upaya bersama untuk menjaga kesehatan jemaah dengan melakukan tindakan preventif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru