Pasokan Menipis, Dinas Perdagangan Sebut Minyak Bersubsidi di Sulsel Dinikmati Orang Mampu

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Andi Arwin Azis saat meninjau sejumlah pasar tradisional di Makassar, guna memastikan stok minyak bersubsidi terjaga/Ist

Pengawasan akan dilakukan melalui aplikasi Kemendag

PORTALMEDIA. ID, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Perdagangan terus memantau stok dan pergerakan harga minyak goreng curah maupun “Minyak Kita” di pasaran.

Baru-baru ini, Dinas Perdagangan Sulsel menurunkan tiga tim untuk memantau 3 pasar tradisional di Makassar yakni Pasar Terong, Pasar Pannampu dan Pasar Pabaeng-baeng.

Dari hasil pantauan diketahui, pasokan minyak curah dan Minyak Kita semakin menipis. Dampaknya, pedagang terpaksa menaikkan harga jual dua jenis minyak tersebut di kisaran Rp16.000 - Rp17.000. Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak kita itu hanya Rp. 14.000.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Optimistis Tuntaskan Sengketa Aset Lahan Daerah pada 2026

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Andi Arwin Azis mengaku telah melaporkan hal itu ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Ditjen Perdagangan Dalam Negeri. Saat ini, kata Arwin, Kemendag tengah mengatur tata niaga minyak curah dan Minyak Kita yang merupakan produk subsidi. Utamanya dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri.

"Kita Laporkan ke Kemendag agar bisa melakukan pengawasan terhadap produsen minyak yang ditunjuk untuk bisa segera melakukan suplay kebutuhan minyak curah khususnya di Sulsel. Sehingga kuota minyak goreng itu kembali terpenuhi dengan jumlah yang memadai," ujar Arwin di Makassar, Jumat (3/2/2023).

Menurut Arwin, pengawasan akan dilakukan melalui aplikasi Kemendag. Aplikasi itu nantinya bisa melacak alur distribusi minyak goreng, utamanya Minyak Kita dan curah. Mulai dari produsen, distributor 1 dan 2 (D1 dan D2), hingga ke pengecer. Tak hanya itu, lewat aplikasi juga akan terpantau jumlah stok yang dikeluarkan produsen kepada distributornya.

Baca Juga : Ratusan UMKM di Sulsel Dapat Bantuan Akhir Tahun dari Pemprov

"Itu terdata nilainya semua. Baik volume maupun harga. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi agar tidak ada lagi yang main-main dalam proses penjualan ini. Karena kita melakukan pengawasan bukan hanya di tingkat distributor saja, tapi mengurai hingga ke konsumen," ucapnya.

Arwin tak menampik, kelangkaan minyak goreng curah dan Minyakita di pasaran salah satunya disebabkan perilaku konsumen. Seperti diketahui, Pemerintah menghadirkan minyak goreng subsidi itu untuk menyasar masyarakat berpenghasilan rendah alias miskin.

Namun kenyataannya, kalangan menengah juga ikut membeli minyak subsidi itu dalam jumlah banyak. Padahal, kata Arwin, stok minyak goreng premium justru sangat melimpah.

Baca Juga : Pemkab Pinrang Terima Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Angin Kencang di Larinsang

"Minyak goreng tidak langka, banyak stok minyak goreng kemasan yang harga normal. Yang stoknya terbatas itu Minyak Kita, harganya juga naik. Begitupun dengan minyak curah," ungkapnya.

Oleh karena itu, sembari melakukan pemantauan, pihaknya mengimbau dan mengedukasi masyarakat agar tidak tergantung dengan minyak subsidi pemerintah “Minyak Kita”. Harganya yang murah adalah wujud kepedulian Pemerintah agar kalangan tidak mampu tetap bisa menikmati bahan pokok tersebut.

"Bukan berarti perilaku masyarakat itu yang dulunya menggunakan minyak premium baralih ke Minyak Kita semua. Akhirnya jatah untuk masyarakat berpenghasilan rendah tidak kebagian. Itu berimbas pada kurangnya stok," sebutnya.

Baca Juga : Tim Medis Pemprov Sulsel Jadi Garda Terdepan Penanganan Korban Banjir Aceh

Lebih jauh Arwin menambahkan, Kemendag akan mengevaluasi serta menerbitkan regulasi untuk menjaga agar distribusi Minyak Kita tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru