Kepala DP3A Makassar Imbau Ayah Bunda Selektif dalam Pilih Jasa Penitipan Anak

Penulis : Gita Oktaviola
ilustrasi. Foto: istock

Pasca kejadian tewasnya balita yang tenggelamnya di saluran drainase, Kepala DP3A Makassar mengimbau agar Ayah Bunda selaku orang tua dapat lebih selektif dalam memilih jasa penitipan anak.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Achi Sulaiman sangat menyayangkan kejadian yang menimpa seorang balita yang tewas di Jasa Penitipan Anak.

Terkait hal ini, Kadis DP3A Kota Makassar mengimbau kepada para orang tua agar memeriksa beberapa aturan yang berlaku sebelum menitipkan anaknya di tempat penitipan anak.

"Ayah Bunda harus lebih selektif. Misalnya, ayah bunda harus tahu sistem perlindungan anak di tempat penitipan itu seperti apa, termasuk standar operasional dan prosedurnya ketika anak- anak dititip," ujar Achi, sapaan akrabnya, Selasa (19/7/2022). 

Baca Juga : Gelar Open House, GMTD dan YSPA Beri Edukasi Parenting Bahaya Gadget Bagi Anak

Achi menambahkan, Ayah Bunda juga harus jeli melihat mekanisme yang diterapkan, termasuk melihat berapa banyak jumlah pendamping dengan jumlah anak yang dititipkan di sana. "Apakah sebanding atau tidak jumlah penjaga dan anak yang dijaga." ujarnya. 

"Serta kondisi sarana dan prasarana yang disiapkan oleh tempat penitipan anak tersebut. Kita tidak mau kejadian ini terulang kembali sehingga kami anjurkan kepada orang tua agar teliti dalam memilih tempat penitipan anak yang aman," lanjut Achi. 

Terkait adanya peristiwa bocah yang tenggelam hingga ditemukan tewas di saluran drainase, Standar Operating Procedure (SOP) di rumah penitipan anak tersebut tidak berjalan dengan baik. 

Baca Juga : Tidak Bisa Berenang, Bocah Tenggelam di Kanal Rappocini Ditemukan Meninggal

"Kami sangat menyayangkan sistem perlindungan yang ada di rumah penitipan anak itu. Sebenarnya kalau misalkan dengan sistem perlindungan sepeti itu di rumah aman, anak mesti ada pendamping," kata Achi. 

"Termasuk juga didalamnya, sarana dan fasilitas yang ada di sana. Kita juga tidak boleh membatasi mereka untuk bermain. Walaupun mereka dititip, tapi tetap dilakukan pendampingan karena inikan ada berbagai macam kategori umur," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru