BI: Prospek Ekonomi Sulsel 2023 akan Tumbuh Menguat
Bank Indonesia mempreksikan pertumbuhan ekonomi Sulsel 2023 akan tumbuh menguat sejalan dengan dinamika ekonomi nasional yang akan bergejolak.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan membeberkan prospek ekonomi Sulsel 2023. Katanya, dinamika dan tantangan global akan beresiko membawa dampak bagi perekonomian.
M. Firdaus Muttaqin Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, resiko perekonomian tahun 2023 ini akan memunculkan perilaku wait and see dari para investor dalam merealisasikan pendanaannya.
"Namun, jika ditelisik lebih dalam lagi, Sulawesi Selatan memiliki potensi dan modal yang besar untuk dapat tumbuh kuat. Baik dari potensi sumberdaya alam pertanian, perikanan, dan kehutanan serta pertambangan," ucapnya.
Baca Juga : BI Catat Uang Beredar Tembus Rp10.133,1 T pada Desember 2025
Potensi sumber daya manusia dan potensi dari posisi strategis Sulsel sebagai hub Kawasan Timur Indonesia, dan potensi new sources of growth lainnya akan menopang perekonomian dalam satu tahun ke depan.
Potensi Sulsel yang besar diharapkan membawa optimisme pada pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat pada tahun 2023. Dari sisi harga, pengendalian inflasi untuk menjaga daya beli dan belanja masyarakat yang menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi terus diperkuat melalui sinergi dan komitmen berbagai pihak.
"Implementasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) serta program-program untuk mendukung kelancaran distribusi dan pemenuhan pasokan bahan pokok, termasuk program yang dilaksanakan pada Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) tahun 2022 juga ditujukan dan dilanjutkan untuk menahan inflasi bahan pangan sampai dengan 2023," jelasnya.
Baca Juga : Catatan BI: Transaksi QRIS Tap Tembus Rp28 Miliar di Akhir 2025
Peningkatan produktivitas pertanian, salah satunya melalui program Mandiri Benih, juga berlanjut, disertai Komitmen pemerintah untuk mencapai target produksi komoditas utama pada tahun 2023 dengan tambahan alokasi anggaran dari Kementerian Pertanian. Selain itu, tekanan imported inflation juga diperkirakan mereda seiring dengan mulai melandainya harga komoditas dunia.
Dengan potensi dan risiko yang dihadapi, serta berbagai kebijakan dan program di daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi, BI memprakirakan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan dapat tetap tumbuh kuat di tahun 2023 pada rentang 4,6%-5,4% (yoy) dengan inflasi yang tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi Nasional 3,0±1%.
Selanjutnya dengan mengedepankan sinergi dan inovasi dalam mendorong investasi, pengembangan sektor pendukung ekspor dan substitusi impor, pariwisata, serta pengembangan infrastruktur, kita akan mengalami pertumbuhan yang akan semakin meningkat ke depannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News