Pernah Dipecat DKPP, Eks Ketua KPU Kini Jabat Komisaris Anak Perusahaan PLN

Arief Budiman

Arief Budiman adalah jebolan Sarjana Sastra Inggris Universitas 17 Agustus 1954. Kariernya cukup lama sebagai komisioner di lembaga negara penyelenggara pemilu tersebut.

PORTALMEDIA.ID - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2022, Arief Budiman, ditunjuk sebagai komisaris PT Indonesia Power.

Perusahaan ini merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang usaha pembangkit listrik.

Diketahui, DKPP memberhentikan Arief dari jabatannya sebagai Ketua KPU. Pemberhentian itu tertuang dalam putusan perkara nomor 123-PKE-DKPP/X/2020.

Baca Juga : Anggaran DKPP Tahun 2026 Naik 15 Persen jadi Rp105,1 Miliar

Mengutip situs resmi PT Indonesia Power, Minggu, 12 Februari 2023, Arief Budiman adalah jebolan Sarjana Sastra Inggris Universitas 17 Agustus 1954. Kariernya cukup lama sebagai komisioner di lembaga negara penyelenggara pemilu tersebut.

Sejak tahun 2004 hingga 2012, ia sudah menjabat sebagai Anggota KPU Provinsi Jawa Timur. Lalu di tahun 2012, ia terpilih sebagai anggota KPU RI dengan masa jabatan hingga 2017. Bahkan di 2017, ia terpilih sebagai Ketua KPU periode 2017-2022.

Sepanjang kariernya sebagai komisioner KPU Pusat, ia sudah menangani penyelenggaraan dua kali Pemilu dan Pilpres, yakni di tahun 2014 dan 2019.

Baca Juga : Perkuat Lembaga Pengawas Pemilu, DKPP Usul Jumlah Komisioner Ditambah

Selain Arief Budiman, sosok Komisaris Indonesia Power lainnya yang jadi sorotan karena latar belakangnya adalah Lukmanul Hakim yang tercatat sebagai Staf Khusus Wakil Presiden. Lukmanul Hakim juga merupakan mantan Ketua Umum Al Ittihad dan Wakil Ketua Dewan Halal Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Di luar Lukmanul Hakim dan Arief Budiman, lima Komisaris Indonesia Power lainnya dijabat para petinggi PLN dan birokrat di eselon pemerintahan. Diantaranya Wiluyo Kusdwiharto yang saat ini menjabat Direktur Mega Project dan Energi Baru Terbarukan, dan Iskandar Simorangkir dengan jabatan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan.

Berikutnya Haryanto mantan Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali, Djoko Siswanto sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, dan Muhammad Priharto Dwinugroho yang kini menjabat Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. (*)

Baca Juga : Gara-gara Gibran, DKPP Sanksi Peringatan Keras Ketua KPU Hasyim Asy'ari

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru