Musda KNPI Jeneponto Ricuh Gegara Berkas Rekomendasi Diduga Disembunyi, Panitia Beri Bantahan
para peserta dinilai terlalu terburu-buru serta tidak sabaran menunggu panitia mencari berkas tersebut.
PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Jeneponto diwarnai kericuhan saat sidang berlangsung di Gedung Sipitanggari, Senin (13/2/2023) malam. Diduga berkas rekomendasi Organisasi Kepemudaan (OKP) KNPI Jeneponto disabotase oknum panitia yang menjadi pemicu.
Pasalnya, ketika peserta meminta panitia untuk menunjukkan berkas mandat dan rekomendasi serta SK kepengurusan, ternyata berkas itu diduga hilang saat pelaksanaan Rapimpurda dan Musda.
Hal itu diungkapkan oleh Sekertaris Pemuda Hanura Jeneponto, bernama Dapi kepada Portalmedia.id, melalui seluler pada Senin malam.
"Pelaksanaan Rapimruda dan Musda ke-15 Jeneponto ricuh persoalan berkas salah satu kandidat diduga sabotase oknum tertentu di kepanitiaan. Sekertaris Pemuda Hanura mengkonfirmasi bahwa berkas mandat, rekom dan SK kepengurusan hilang disaat pelaksanaan" jelasnya.
Baca Juga : Terpilih Secara Aklamasi, Muhammad Ruslan Optimistis KNPI Jeneponto Mampu Wadahi OKP Lebih Baik
Dapi menduga, hilangnya berkas itu sebagai upaya untuk menggugurkan calon kandidat yang ikut berkontestasi pada pemilihan ketua KNPI Jeneponto.
"Disinyalir disembunyikan untuk dasar menggugurkan calon kandidat. Diminta langsung ke panitia untuk menunjukkan," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa berkas yang diduga disembunyikan itu antara lain pemuda hanura, MKGR, GPK dan GMII serta OKP lainnya.
Baca Juga : Di Forum Rapimpurda, Jabatan Plt KNPI Jeneponto Disoal: KNPI Sulsel Seperti Semau-maunya
"Ada beberapa berkas rekom OKP dari salah satu calon disembunyikan agar kandidat digugurkan," tegasnya.
Kata dia, saat peserta Rapimpurda menanyakan keberadaan berkas tersebut, panitia disebut kelabakan. Bahkan, pemilihan ketua KNPI disinyalir bakal aklamasi.
"Kelabakan dan panitia tidak muncul untuk membuktikan keberadaan rekom kandidat. Karena memaksakan calon kandidat untuk menang secara aklamasi," terangnya.
Baca Juga : Rapat Pimpinan Paripurna Daerah KNPI Jeneponto Berlangsung Ricuh, Polisi Lerai Peserta dan SC
Sementara itu, Ketua Panitia Musda KNPI Jeneponto, Nizwar Wirawan membantah jika salah satu berkas kandidat di sabotase oleh oknum panitia.
"Tidak benar itu," kata Nizwar Wirawan kepada Portalmedia.id, Selasa (14/2/2023).
Menurut dia, 9 berkas yang awalnya disebut hilang ternyata sudah ditemukan saat forum Rapimpurda berlangsung.
Baca Juga : Jelang Musda KNPI Jeneponto, Para Calon Ketua Mulai Berebut Simpatik dan Dukungan
"Semuanya ada. Dan sudah ditarik oleh saudara Edo," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa para peserta dinilai terlalu terburu-buru serta tidak sabaran menunggu panitia mencari berkas tersebut.
"Berkasnya sudah ditemukan saat mereka riak-riak. Jadi sebenarnya mereka tidak cukup sabar menunggu teman-teman panitia mencari 1 berkas yang dimaksud," pungkasnya. (B)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News