Respons Marak Tambang Ilegal Galian C, Menparekraf: Ke Depan Tambang Harus Ramah Lingkungan

Penulis : Irham Syahril
Ilustrasi.

Sandiaga Uno merespons maraknya tambang ilegal galian c. Menurutnya usai aktivitas tambang sangat bisa menjadi spot pariwisata jika memperhatikan aspek lingkungan dari awal.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengingatkan para pengusaha tambang untuk memperhatikan dampak lingkungan serta potensi pariwisata di lokasi tambangnya.

"Ke depan itu (pembangunan) harus yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan, termasuk tambang," katanya seusai menghadiri kegiatan diskusi oleh Kelana Nusantara di Roemah Lamdoek, Makassar, akhir pekan lalu. 

Hal ini disampaikan Sandi, sapaannya, setelah ditanyai mengenai soal tambang ilegal galian C yang kini sedang marak, termasu yang menjadi temua baruu-baru ini di Gowa, yang dapat merusak pariwisata.

Baca Juga : Bupati Gowa Sebut Tidak Ada Hutan Gundul, Pemkab Siap Tanam Puluhan Ribu Pohon Cegah Bencana

Untuk diketahui, sebelumnya Tim Gabungan Polsek Bontonompo telah melakukan penggrebekan tambang Galian C ilegal di Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, Gowa.

Sandi mengambil contoh penambangan di Bangka Belitung, di sana, menurutnya tambang-tambang yang ada harus bergerak menuju yang ramah lingkungan.

"Dan bekas tambang-tambang yang ditinggalkan diubah menjadi spot spot wisata," ujarnya.

Baca Juga : Panen Raya Padi di Bontonompo, Gowa Target Jadi Lumbung Pangan Mandiri

Sandi juga mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar pembangunan ke depan khususnya pariwisata juga ikut merangkul sektor-sektor lainnya, khususnya aspek lingkungan.

"Pariwisata ke depan itu harus yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan. Atau quality and sustainable tourism itu yang kita pegang sekarang," pungkas Sandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru