Dituding Kelola Tambang Ilegal Galian C di Jeneponto, Aipda Musliadi: Alat Saya Disewa Warga

Penulis : Akbar Razak
Lokasi tambang galian C ilegal yang diduga dikelola oleh oknum polisi di Polres Jeneponto/ist

Aipda Musliadi mengaku tidak tahu menahu terkait aktivitas tambang ilegal yang dilakukan oleh warga setempat.

PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Oknum anggota Polres Jeneponto, Aipda Musliadi menampik tudingan dirinya ikut andil dalam pengelolaan tambang galian C secara ilegal di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Bantahan Aipda Musliadi disampaikan kepada awak media saat dikonfimrasi terkait keberadaan alat berat miliknya di lokasi tambang galian C yang tak memiliki izin atau dioperasikan secara ilegal di Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

" Alat di sana (lokasi tambang) disewa oleh warga untuk meratakan perkubunan,"terang Musliadi kepada Portalmedia.id, Jumat (17/2/2023).

Lanjutnya, ia pun mengaku tidak tahu menahu terkait aktivitas tambang ilegal yang dilakukan oleh warga setempat. Apalagi tudingan bahwa tambang tersebut adalah miliknya, menurut Musliadi hal tersebut merupakan rumor yang tidak terbukti kebenarannya."Saya cuma disewai itu alat ku, bukan saya punya tambang,"katanya.

Pihak Polres Jeneponto lanjutnya, hingga saat ini belum mengambil tindakan terkait keberadaan tambang ilegal milik warga termasuk tudingan yang diarahkan kepada dirinya. Ia menyebutkan, alat berat yang dimilikinya itu sudah beberapa  bulan terakhir disewa warga. "Sekitar 6-7 bulan disewai warga. Tidak ada," ungkapnya.

Kata dia, warga menyewa alat beratnya untuk meratakan bukit yang miring."Alatnya di sewa oleh warga untuk meratakan bukit yang miring-miring itu. Anggaplah percetakan kebun begitu, untuk memperbudah menanam," pungkasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Supriadi mengaku sudah mendengar adanya keterlibatan oknum polisi dalam bisnis tambang tersebut. Hanya saya, ia mengaku tidak terburu-buru dalam mengambil tindakan. Sebab, ia harus memastikan bahwa tambang itu benar-benar dikelola polisi.

"Ada isunya. Saya belum bisa faktakan karena yang kita datangi itu, saya belum ketemu orangnya," ucap AKP Supriadi beberapa hari lalu saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, seiring berjalannya waktu, pemilik tambang akan ketahuan karena alat berat seperti skavarot sudah dipasangi police line."Tapi suatu saat dia akan datang karena tidak mungkin skapatornya dibiarkan begitu saja, harusnya dia yang memberikan contoh," pungkasnya.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru