Dua Pelaku Pengendali Ladang Ganja di Bone Dianggap 'Robin Hood' oleh Warga Setempat
Kedua pria ini bahkan dianggap dermawan oleh para penduduk desa setempat lantaran sering memberikan bantuan sembako dari hasil penjualan ganja.
PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR -- Dua pelaku pengendali ladang ganja yang diamankan jajaran Ditresnarkoba Polda Sulsel yakni Sultan Nur (37) dan Rudi Kurniawan (34) mengiming-imingi warga sekitar pengunungan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan berbagai upaya.
Salah satu upaya licik kedua pelaku dengan membohongi seorang pria berinisial PA (60) bahwa yang bakal ditanam itu hanyalah tumbuh-tumbuhan untuk digunakan sebagai obat. Maka dari situlah PA pun tertipu sehingga menanam tumbuhan tersebut.
"Saudara PA ini diberi bibit, dari ganja. Kemudian diperintahkan untuk ditanam di pegunungan Bolangi Bontocani. PA ini tidak mengetahui kalau itu adalah bibit ganja. Yang disampaikan oleh kedua tersangka, bibit ini akan tumbuh dan digunakan untuk obat," jelas Dirresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Dodi Rahmawan kepada awak media, Jumat (17/2/2023) siang kemarin.
Dodi menyebut, PA ini hanyalah pria tua yang tidak mengetahui tanaman yang digarapnya itu merupakan tumbuhan terlarang. Disitulah kedua pelaku memanfaatkan PA untuk membantunya menggarap ladang ganja tersebut.
"Dia tidak tau apa-apa dia (PA), kasian orang itu istrinya buta, lumpuh hanya bisa makan kalau disuapi oleh sang suami (PA). Kemudian sang suami (PA) hanya kerja serabutan, apa yang bisa dimakan hari ini pake keladi apalah yang bisa mereka makan," ucap Dodi.
Dodi menjelaskan, di kawasan Desa Bontojai, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulsel itu penduduk masih terbilang memiliki ekonomi menengah ke bawah sehingga gampang tertipu daya oleh kedua pelaku.
"Disitu kurang lebih 40 sampai 60 Kepala Keluarga (KK) jadi jumlahnya kurang lebih 400 sampai 500 penduduk cukup terisolir, tidak setiap hari mobil kesana," jelasnya.
Tak hanya PA yang ditipu kedua tersangka tersebut. Kedua pria asal Kota Kendari ini juga mengiming-imingi warga kampung bakal membangun wilayah terisolir tersebut agar penduduk dapat hidup layak dan berkecukupan.
Kedua pria ini bahkan dianggap dermawan oleh para penduduk desa setempat lantaran sering memberikan bantuan sembako, namun ternyata bantuan itu merupakan hasil penjualan ganja yang dikelolanya.
"Pelaku ini familiar disebut masyarakat disana sebagai Robin hood, seorang dermawan yang memberikan sembako dan berjanji akan membangun kampung tersebut begitu. Dia begitu hanya untuk mengcover di mata masyarakat," sebut Dodi.
Untuk selanjutnya kata Dodi, pihaknya bakal kembali menelusuri tiga lahan ganja lainnya yang masih ada di kawasan lereng gunung Bontocani. Oleh karena itu kata dia, pihaknya sangat membutuhkan bantuan khususnya ke para Komunitas Pencinta Alam (KPA) agar turut serta memberi dukungan.
"Kita akan kolaborasi nanti, tiga titik lokasi lain itu ada di atas punggung gunung, jarak antar titik 2 kilometer tidak mampu kita jika tidak memahami alam, para pendaki kan lebih paham itu. Kita akan mencari itu, titik lokasi sudah ada tinggal bagaimana nanti kita lagi kesana," bebernya.
Sebelumnya diberitakan, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkapkan ladang narkotika jenis ganja yang terletak di kawasan terpencil di Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulsel.
Menurut informasi penemuan ladang ganja yang tersembunyi itu dilakukan Ditresnarkoba Polda Sulsel, pada Rabu (15/2/2023) dan melibatkan puluhan personel.
Pengungkapan ini berawal dari diamankannya kedua pelaku yakni Sultan Nur (37) dan Rudi Kurniawan (34) di wilayah Jalan Hartaco, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, pada Senin (13/2/2023) lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News