Vaksin Jadi Syarat Ikut Program KKN di Nobel Indonesia
Institute Teknologi & Bisnis Nobel Indonesia melakukan vaksinasi covid-19 untuk mahasiswa yang ingin mengikuti KKN di Kabupaten Pangkep pada 1 Agustus mendatang.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia akan menggelar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pangkep pada 1 Agustus mendatang.
Untuk itu, seluruh mahasiswa yang turut andil dalam program tersebut dianjurkan untuk melakukan vaksinasi di Food Court, Selasa (20/7). Kegiatan vaksinasi yang dilakukan bersama Koramil untuk memenuhi persyaratan mahasiswa untuk mengikuti KKN.
"Ini adalah persyartan, waktu kami ke Satgas Covid-19 dapat rekomendasi, rekomendasi pertama keluar dari Sekda, sudah mengeluarkan dari Kesbangpol untuk Nobel bisa KKN di dua kecamatan. Tapi aturan sekarang disana semua kegiatan harus ada rekomendasi dari satgas covid," ucap Yuswari Nur Ketua Panitia KKN Nobel Indonesia.
Baca Juga : Tangis Haru Iringi Pelantikan Doktor Badaruddin Sebagai Rektor Nobel Indonesia Periode Kedua
Ia melanjutkan, jika realisasi vaksin tahap kedua Mahasiswa KKN saat ini mencapai 100 persen. Meski demikian, pemerintah menganjurkan agar jenis vaksin yang diberikan kepada mahasiswa adalah booster.
"Mau booster di puskesmas disana (Pangkep) juga bisa. Itu sebenarnya anjuran bahwa aturan pemerintah sebaiknya booster jadi sudah vaksin semua," terangnya.
Selanjutnya, mahasiswa KKN Nobel Indonesia yang berjumlah 86 orang nantinya akan ditempatkan di dua Kecamatan, yakni Kec.Balocci dan Tondo Talassa.
Baca Juga : ITB Nobel Indonesia Puncaki Klaster Madya LLDIKTI IX dalam Kinerja Riset dan Pengabdian
Kata Yuswari pihak telah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk pelaksanaan KKN tersebut.
"Kalau untuk KKN ada dua kecamatan, balocci itu ada 4 kelurahan 1 desa, jadi kita ada 7 posko, ada nanti di Tompobulu sama balaiangin, mereka welcome, tidak ada masalah sudah koordinasi dengan pihak keamanan setempat, Polsek danramil, cuman adik-adik diminta jaga diri aja," terangnya.
Lalu di Tondong Tallasa, pihaknya hanya berkoordinasi dengan dua desa saja. "Jadi 1 desa itu 3 posko, yakni di desa bontobirau, bulutilue," tukasnya.
Baca Juga : Mahasiswa PPDGS FKG Unhas Tewas di Kontrakan, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News