Pementasan Postpartum: Fokus Perkenalkan Isu Depresi Setelah Melahirkan

Pementasan teater postpartum di Takalar. Foto: dok

Sutradara teater Nurul Inayah menggelar pementasan dan diskusi keliling mengenai postpartum. Pementasan ini fokus memperkenalkan isu adanya beban ibu setelah melahirkan bahkan bisa burujung depresi jika tidak didampingi dengan baik dan bijak.

PORTALMEDIA.ID, TAKALAR - Sutradara dan Penulis Naskah Teater Nurul Inayah kembali mementaskan pertunjukan dan diskusi karya yang bertajuk "Postpartum" yang disajikan melalui pentas keliling, yang salah satunya digelar di Aula Kodim 1426 Takalar, Sabtu (18/2/23) kemarin. 

Nurul Inayah menjelaskan, poin utama dalam garapan kali ini ialah menampilkan kisah para perempuan pasca melahirkan.

Antara lain, seperti lingkungan yang tidak ramah untuk mendukung pemulihan mental para ibu setelah persalinan, hingga upaya kampanye agar isu postpartum depretion (depresi setelah melahirkan) menjadi lebih dikenal oleh semua kalangan, demi mewujudkan lingkungan yang ramah untuk para ibu.

Baca Juga : Bocah 4 Tahun di Takalar Tewas Terjatuh ke Sumur Bor Saat Bermain Layangan

"Gagasan utama Postpartum tidak hanya menyoal isu secara meluas, melainkan kami dan kita semua lebih terbuka menerima bahwa postpartum depression itu ada dan menyadari bahwa banyak kalangan yang mengalami hal serupa," ujar Nurul Inayah dalam keterangannya yang diterima Portalmedia.id, Minggu (19/2/2023). 

Meski terdapat banyak pemicu timbulnya kondisi tersebut, Inayah menjelaskan, proses produksi yang melibatkan sedikitnya 56 perempuan yang telah melalui proses kelahiran.

"Kebanyakan di antaranya masih kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk keluarga. Juga tidak jarang, fase tersebut lebih banyak dibiarkan oleh kalangan perempuan dan memilih melewatinya sendirian," ujarnya.

Baca Juga : Paket Hengky-Rangga Dinilai Sangat Ideal Pimpin Takalar

"Temuan lain yang kami dapatkan dari diskusi dengan 56 responden ialah perspektif bahwa tanggung jawab membesarkan dan mengurus anak kebanyakan dibebankan kepada ibu, belum lagi kecenderungan orang-orang begitu mudah memberikan penilaian dan komentar negatif perihal pola asuh yang berpotensi menekan psikis para ibu," sambung Inayah.

Sementara, Dosen Fakultas Psikologi Univeritas Negeri Makassar, Novita Maulidya Jalal S Psi, M Psi, Psikolog, dalam forum yang sama menjelaskan, dampak dari rasa stres yang ditimbulkan setelah melahirkan bisa saja membawa para ibu menjadi depresi.

"Olehnya, peran orang terdekat utamanya pasangan diharapkan menjadi penenang dari proses menerima perubahan pola hidup baru yang mereka sedang jalani," kata Novita. 

Baca Juga : Kembalikan Formulir di PPP, Makmur Mustakim Pede Diusung di Pilkada Takalar

"Ada banyak sekali yang menjadi pemicu, tidak ada hal yang sempurna. Kita semestinya belajar memaafkan diri, menerima, juga belajar memberikan yang terbaik dalam proses tersebut," sambungnya.

Novita menekankan, bahwa yang perlu diingat bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada pasangan yang sempurna.

"Dan yang kita butuhkan ialah saling memberi dukungan, menjaga komunikasi dengan pasangan," sambungnya.

Baca Juga : Fachruddin Rangga Bertekad Bangun Takalar

Pementasan yang juga akan diselanggaran di Kabupaten Soppeng, pada 25 Februari 2023 mendatang diselenggarakan atas dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Dana Indonesiana dan LPDP, Kala Teater, Aruwa Studio, TK Nirwana, Sanggar Seni Sipakainge, Toko Tepi Jalan, dan BKKBN.

Melibatkan aktor Dwi Lestari Johan, Nirwana Aprianty, Mega Herdiyanti. Dramaturg Shinta Febriany sebagai, Penata Rias dan Kostum Nur Aisyah Sabriani Utami, Penata Artistik, Wawan Aprilianto, Penata Multimedia Dwi Saputra Mario, Manager Panggung Sabri Sahafuddin, dan Athirah Nur sebagai Manajer Produksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru