RSKD Dadi Telah Siapkan Tempat Tidur Bagi Caleg Gagal di Pemilu 2024

Ilustrasi/Ist

potensi stress berat hingga ke fase depresi memungkinkan terjadi kepada caleg yang gagal di Pileg

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Menyambut perhelatan politik lima tahunan, Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)di Makassar menyiapkan tempat tidur bagi calon legislatif (caleg) gagal jelang pesta demokrasi 2024 mendatang.

Direktur RSKD Dadi dr Arman Bausat di Makassar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah perawatan medik bagi caleg yang mengalami gangguan jiwa karena kalah di Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Pilcaleg).

"Kita ada kamar, VIP, hingga VVIP untuk perawatan bagi mereka (caleg tidak terpilih), dengan catatan mereka punya BPJS Kesehatan," ujarnya belum lama ini.

Baca Juga : Anggota DPR Keluhkan Beban Biaya Kampanye, Usul Pemilu Setiap Dekade

Menurutnya, potensi stress berat hingga ke fase depresi memungkinkan terjadi bagi siapa saja, khususnya pada mereka yang telah melakukan kompetisi dengan modal besar namun hasil yang diperoleh tidak sesuai ekspektasi, seperti pada ajang pemilihan kepala daerah dan caleg.

Maka dari itu, hampir pada setiap setelah kontestasi politik, sejumlah caleg harus mendapat perawatan terkait mental mereka di RSKD Dadi.

Terkait data berapa banyak caleg yang dirawat karena gagal, dr Arman tidak bisa berikan. Tetapi Ia memastikan bahwa selalu ada pasien caleg setelah pesta demokrasi serentak.

Baca Juga : Dua Perawat RSKD Dadi Terancam Pidana Lima Tahun Penjara

"Mereka sudah korban banyak pada pemilu tapi tidak terpilih, tentu dia akan depresi, tapi ini tergantung mentalnya. Setelah depresi, maka akan tertekan dan masuk pada fase halusinasi," urainya.

Pada kesempatan yang sama, dr Arman juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran terkait pemulasaraan jenazah bagi pasien. Pasalnya, banyak di antara pasien yang telah sehat namun tak kunjung dijemput atau tidak bisa pulang ke rumahnya.

Bahkan, di antara pasien yang telah sembuh juga ikut diberdayakan untuk perawatan rumah sakit, seperti menjadi cleaning service dan sebagainya.

Baca Juga : Pasien ODGJ Meninggal, Dua Perawat RSKD Dadi Ditetapkan Tersangka

"Jika ada pasien yang meninggal, kami biayai semua kain kafannya, karena banyak yang sudah tidak dicari atau ditunggu keluarganya. Makanya ada yang telah 25 tahun di RSKD Dadi, seperti dari NTT, Kalimantan dan Sulbar," urainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru