2023, Target Peningkatan Investasi akan Dongkrak Pertumbuhan Sektor Riil di Sulsel
Bank Indonesia (BI) Sulsel akan mendongkrak peningkatan investasi di tahun 2023 untuk pertumbuhan beberapa proyek di sektor riil yang akan diselesaikan.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Selatan akan terus mendongkrak pertumbuhan investasi tahun 2023.
Untuk mendukung hal tersebut, Deputi Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan Causa Iman Karana menyebutkan beberapa komponen yang harus diperhatikan.
"Yaitu konsumsi masyarakat, pemerintah, investasi, dan ekspor di pasar internasional," ucapnya, Rabu (22/02).
Baca Juga : BI Catat Uang Beredar Tembus Rp10.133,1 T pada Desember 2025
Jika pertumbuhan sektor tersebut dapat meningkat, lanjut dia, maka beberapa program yang telah dicanangkan oleh sektor bersangkutan dapat berjalan dengan lancar.
"Kita bisa liat tahun kemarin (2022). Beberapa sektor ril dapat terselesaikan dengan baik karena investasi yang meningkat. Jika tahun ini dapat didongkrak lagi, akan semakin menunjang terealisasinya seluruh program," terangnya.
Untuk saat ini, yang sedang digenjot adalah proses forum percepatan investasi, perdagangan, dan pariwisata.
Baca Juga : Catatan BI: Transaksi QRIS Tap Tembus Rp28 Miliar di Akhir 2025
Pak Cik sapaannya, menggambarkan jika pihaknya telah mendata calon-calon sumber investasi yang siap di Sulsel dan akan ditawarkan oleh investor-investor luar negeri.
"Kita catat semua, termasuk untuk pelaku UMKM, kita siapkan daya awalnya jika ada yang tertarik silakkan b2b," lanjutnya.
Di forum itu, Pak Cik menjelaskan, akan ada promosi proyek investasi di Sulsel. Hal ini dilakukan setelah melakukan penyaringan melalui investmen challenge.
Baca Juga : SBT Capai 55,74%, Penyaluran Kredit Baru Meningkat
"Kita lakukan promosi-promosi keluar negeri. Sudah ada beberapa yang berjalan seperti pembangunan Tol 2 turbin angin yang di Jeneponto, lalu di Bone ada budidaya Sapi," lanjut Cik.
Ia menyebut, salah satu upaya ini tentu akan berpengaruh pada dektor lain, terutama dalam pengaruhnya di tenaga kerja, juga akan membuat penghasilan daerah turut terkerek.
"Kita mendata yang siap, siap dari segi legalitas dan proyek yang ditawarkan, baru kita ajar buat proposal dan kita serahkan ke investor, tujuannya hanya agar pendapatan bisa terus bertumbuh," terangnya.
Baca Juga : Fokus Jaga Stabilitas Rupiah, Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75%
Senada, Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) KPW BI Sulsel, Sakti Arif Wicaksono menyebut, kerja sama yang baik tentu dibutuhkan, terutama dalam sektor ekonomi.
"Intinya kami mendukung yang selaras dengan kebijakan pusat disektor keuangan," singkatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News