Buntut Pernyataan Heran Ibu-ibu Senang Pengajian, NU Minta Megawati Dirikan Pengajian Ibu-ibu

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto: dok kompas

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri diminta oleh ulama NU untuk membentuk pengajian ibu-ibu.

PORTALMEDIA.ID - Pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengaitkan ibu-ibu pengajian dengan stunting mendapat tanggapan dari Juru Dakwah Nahdlatul Ulama dari Pondok Pesantren Balekambang, Jepara, Jawa Tengah, KH Nasrullah Afandi, Lc MA. Kiai yang akrab disapa Gus Nasrul itu justru mengusulkan agar presiden ke-5 RI tersebut mendirikan majelis pengajian kaum ibu.

Gus Nasrul menyebutkan, Megawati bisa mengajak para anggota DPR RI yang perempuan, istri anggota dewan dari Fraksi PDIP maupun istri para pejabat se-Indonesia untuk ikut serta dalam pengajian tersebut.

"Nanti Ibu Meganya pakai kerudung, menghadirkan ustaz, habib, kemudian bersholawat, luar biasa," ujar Gus Nasrul, dikutip Portalmedia.id dari republika, Minggu (26/2/2023). 

Baca Juga : Megawati Resmi Tutup Rakernas I PDIP yang Hasilkan 21 Rekomendasi

Menurut Gus Nasrul, kaum perempuan terutama ibu, memiliki peran yang besar dalam sejarah Islam. Di tengah masyarakat, seorang ibu pun sangat berperan dalam menentukan karakter anak-anaknya, yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa.

 

Gus Nasrul menjelaskan, dalam pengajian tidak hanya mengajarkan tentang sholat, zakat, ataupun ibadah ritual semata. Kaum ibu juga mempelajari ilmu akhlak, yang menjelaskan bagaimana cara berinteraksi sosial.

Baca Juga : PSI Berambisi Kuasai Basis PDIP, Hasto: Masih Terlalu Dini

"Justru dengan ibu-ibu yang cinta pengajian itulah, yang akan menjadi bekal melahirkan generasi yang berkualitas," tutur peraih doktor maqashid syariah dengan predikat summa cumlaude dari Universitas Al-qurawiyin Maroko tersebut.

PPPA Nilai Pernyataan Megawati Merupakan Ajakan

Staf khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Ulfah Mawardi juga angkat bicara mengenai pidato Megawati Soekarnoputri soal ibu-ibu pengajian yang akhirnya dilaporkan ke Komnas Perempuan. Menurut dia, pernyataan Mega merupakan ajakan agar pengajian lebih maju.

Pernyataan Mega disampaikan dalam Kick off meeting Pancasila bertema "Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual Pada Anak Dan Perempuan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Serta Mengantisipasi Bencana" pada pekan lalu. Ulfah yang hadir langsung di acara itu mengamati Mega sebenarnya tak melarang pengajian.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, PDIP Ingatkan Kader Tidak Salah Gunakan Wewenang

"Ibu Megawati sama sekali tidak melarang atau menganggap negatif Ibu-ibu ke pengajian," kata Ulfah. 

Ulfah menyebut pengajian dijadikan contoh oleh Megawati sebagai salah satu wadah ibu-ibu mentransfer pemahaman agama agar menjadi wadah yang lebih progresif dan berkemajuan. Pengajian pun diharapkan bisa menjawab berbagai persoalan bangsa seperti stunting, KDRT kekerasan dan bencana.

"Sebenarnya itu autokritik untuk kita khususnya Islam atau Muslimah yang sering ikut pengajian karena mayoritas penduduk kita adalah muslim maka mayoritas kena stunting, KDRT kekerasan seksual dan bencana alam yah anak-anak kita," ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah 2012-2016 itu.

Baca Juga : Rayakan HUT ke-53, PDIP Luncurkan Maskot Baru Banteng Barata

Selain itu, Ulfah memaknai pesan Megawati agar ibu-ibu tak hanya ikut pengajian namun juga memberikan pengasuhan yang baik pada anak. Menurut Ulfah, Megawati berpesan agar ibu-ibu cerdas memanaje keluarga supaya lebih maju.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru