Bio Farma Perkenalkan CerviScan, Alat Deteksi Kanker Serviks Lewat Urine
CerviScan diperkenalkan di Kota Makassar Lewat Roadshow yang bertajuk "Support All Women : The Silent Killer kenali dan Deteksi Kanker Serviks"
PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR - PT Bio Farma memperkanalkan CerviScan, alat pendeteksi dini terhadap Human Pappilomavirus ( HPV ) virus mematikan yang menyebab kanker serviks pada perempuan.
CerviScan diperkenalkan di Kota Makassar Lewat Roadshow yang bertajuk "Support All Women : The Silent Killer kenali dan Deteksi Kanker Serviks", sebagai respon kurangnya kesadaran perempuan terhadap bahaya Kanker Serviks.
Kepala Divisi Pemasaran Domestik PT Bio Farma Fitri Puspadewi mengatakan, metode skrining kanker serviks melalui sampel urin ini dikenal dengan nama metode CerviScan. Dimana prosesnya mendeteksi DNA HPV dari luruhan sel serviks yang terdapat pada urine.
Baca Juga : Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Skrining Bayi Baru Lahir Terbaik 2025
Pengambilan sampel juga dapat dilakukan sendiri, sehingga mudah dan nyaman. Hasil negatif pada skrining dapat menyingkirkan status infeksi HPV.
"Jadi sistem pemeriksaannya dengan mekanisme polymerase chain reaction (PCR) metode, yaitu mengecek DNA dari sel tersebut. Jadi dari metode itu bisa terlihat apakah terinfeksi atau tidak dari serviks. Untuk akurasi pemeriksaan metode ini dengan tingkat akurasi 70 persen," katanya saat menghadiri kegiatan, di Ballroom The Rinra Hotel Makassar, Senin (27/02/2023).
Hasil pemeriksaan dalam metode tersebut seperti halnya dengan melakukan pemeriksaan sistem PCR. Pada metode ini pun bisa didapatkan hasilnya dengan cepat atau seperti proses PCR lainnya yakni paling lama satu hari.
Baca Juga : Kota Makassar Lolos 4 Besar Seleksi Nasional Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2025
Sementara, untuk layanan pemeriksaannya di Makassar pada tahap awal baru dilakukan di dua laboratorium yakni Rinra Medical Center, dan Laboratorium Kimia Farma, dengan harga pemeriksaan mulai Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
"Kalau untuk sekarang baru ada dua laboratorium yang siap menerima pemeriksaan tersebut di Makassar. Tapi paralel kami sedang memperluas jaringan ke semua laboratorium yang ada, termasuk di rumah sakit karena itu target kita secara nasional," kata Fitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News