Atasi Banjir di Makassar, Pemkot Bakal Bangun Sumur Resapan di Tiga Kecamatan
Proyek ini akan dikerjakan di Kecamatan Panakkukang, Kecamatan Ujung Pandang dan Kecamatan Biringkanayya.
PORTAL MEDIA.ID, MAKASSAR - Kondisi Banjir yang setiap tahun terjadi di Makassar kini menjadi perhatian serius pemerintah kota (Pemkot). Sebagai salah satu langkah penanganan banjir, Pemkot Makassar akan membangun sumur resapan.
Kepala Bidang Drainase, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Makassar, Nur Hidayat mengatakan telah mengajukan pengerjaan sumur resapan di tiga kecamatan tahun ini.
Disebutkannya, proyek ini akan dikerjakan di Kecamatan Panakkukang, Kecamatan Ujung Pandang dan Kecamatan Biringkanayya.
Baca Juga : Lewat Forum Indonesia on the Move, Munafri Siapkan Sistem Transportasi Terpadu dan Rendah Emisi
"Jadi tiga paket, tiap kecamatan satu paket, total anggarannya itu Rp400 juta per satu paket, dengan Rp1,2 milliar total semua paket" tegas Hidayat.
Sementara jumlah total pengerjaan per satu paket belum bisa dipastikan, ini diserahkan ke masing-masing rekanan untuk menyesuaikan anggaran berapa pengerjaan yang mampu dilakukan di tiap wilayah itu. Sementara untuk titik-titiknya diserahkan ke kelurahan untuk meninjau kawasan mana yang paling tepat.
"Yang jelas, titik-titik tersebut akan menyasar kawasan rawan genangan, beberapa contoh, seperti kawasan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanayya yang tiap tahunnya menjadi langganan banjir saat musim hujan, hingga wilayah Batua Raya, Panakkukang" tambahnya.
Baca Juga : Menjelang Setahun Kepemimpinan MULIA, Makassar Raih UHC Award 2026
Kemudian tujuan kedua akan memperbaiki kualitas air tanah di Makassar, dimana sangat buruk akibat tak tergantikan dengan resapan air baru. Pun akan memberikan cadangan air tanah untuk mencegah kekeringan.
"Makanya (proyek ini) masuk kegiatannya pembangunan sumur air tanah untuk air baku, itu membantu air tanah pada saat musim kemarau," katanya.
Sementara untuk desain dan ukuran sumur tersebut mencapai 3-4 meter.
Baca Juga : Kunjungi Kantor Kemenlu, Wali Kota Munafri Perkuat Diplomasi Pariwisata dan Maritim Lewat Kolaborasi
Hidayat melanjutkan, pembangunan sumur resapan ini memang baru menyasar tiga kecamatan, pihaknya tak memasukkan kawasan Tallo, Sangkarrang, Wajo dan Ujung Tanah atau merupakan wilayah utara Makassar yang notabene merupakan kawasan kekeringan sebab adanya masalah kondisi tanah yang berbeda.
"Pengukuran air tanah, pada saat air tanahnya landai, dekat dari tanah itu tidak bisa, sementara daerah-daerah utara, air tanahnya landai, jadi kita tidak disarankan di sana," katanya.
Kepala DPU Makassar, Suhaelsi Zubir menerangkan konsep ini mencontoh wilayah DKI Jakarta. Hanya saja untuk pembangunannya akan dilakukan di atas fasilitas umum. Ini berbeda dengan Jakarta yang dibangun di atas aspal.
Baca Juga : Pengamat Nilai Ketegasan Munafri Tertibkan Parkir Liar hingga PKL Sangat Tepat Menata Makassar
"Kalau di Jakarta di aspal, kita rencananya di fasum, nanti diratakan," ujarnya.
Sebab nantinya ini akan menghasilkan semacam manhole, dikhawatirkan ini bisa membuat jalan tidak rata dan membahayakan pengendara.
"Karana dia kan konsepnya seperti beton, digali ada lubang-lubangnya, kemudian dikasi agregat," jelasnya.
Baca Juga : Munafri–Aliyah Kompak Hadiri Muscab Hanura Makassar, Tegaskan Komitmen Kolaborasi Lintas Partai
Sementara itu Elsi mengatakan lelang pengerjaan untuk proyek ini ditarget pada April mendatang. Perencanaannya diajukan terlebih dahulu untuk proyek ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News