Atasi Banjir di Makassar, Pemkot Bakal Bangun Sumur Resapan di Tiga Kecamatan

Penulis : Nurfitri
Kondisi banjir yang terjadi setiap tahun di Makassar di beberapa kecamatan, sebagai solusi Pemkot Makassar akan membangun sumur resapan(Portal Media/Nurfitri)

Proyek ini akan dikerjakan di Kecamatan Panakkukang, Kecamatan Ujung Pandang dan Kecamatan Biringkanayya.

PORTAL MEDIA.ID, MAKASSAR - Kondisi Banjir yang setiap tahun terjadi di Makassar kini menjadi perhatian serius pemerintah kota (Pemkot). Sebagai salah satu langkah penanganan banjir, Pemkot Makassar akan membangun sumur resapan.

Kepala Bidang Drainase, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Makassar, Nur Hidayat mengatakan telah mengajukan pengerjaan sumur resapan di tiga kecamatan tahun ini.

Disebutkannya, proyek ini akan dikerjakan di Kecamatan Panakkukang, Kecamatan Ujung Pandang dan Kecamatan Biringkanayya.

Baca Juga : Antrean BBM Makin Panjang, Pemkot Makassar dan Pertamina Siapkan Sejumlah Langkah

"Jadi tiga paket, tiap kecamatan satu paket, total anggarannya itu Rp400 juta per satu paket, dengan Rp1,2 milliar total semua paket" tegas Hidayat.

Sementara jumlah total pengerjaan per satu paket belum bisa dipastikan, ini diserahkan ke masing-masing rekanan untuk menyesuaikan anggaran berapa pengerjaan yang mampu dilakukan di tiap wilayah itu. Sementara untuk titik-titiknya diserahkan ke kelurahan untuk meninjau kawasan mana yang paling tepat.

"Yang jelas, titik-titik tersebut akan menyasar kawasan rawan genangan, beberapa contoh, seperti kawasan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanayya yang tiap tahunnya menjadi langganan banjir saat musim hujan, hingga wilayah Batua Raya, Panakkukang" tambahnya.

Baca Juga : Rayakan Hari Jadi ke-102 secara Sederhana, PDAM Makassar Fokus Perkuat Integritas dan Pengabdian

Kemudian tujuan kedua akan memperbaiki kualitas air tanah di Makassar, dimana sangat buruk akibat tak tergantikan dengan resapan air baru. Pun akan memberikan cadangan air tanah untuk mencegah kekeringan.

"Makanya (proyek ini) masuk kegiatannya pembangunan sumur air tanah untuk air baku, itu membantu air tanah pada saat musim kemarau," katanya.

Sementara untuk desain dan ukuran sumur tersebut mencapai 3-4 meter.

Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah

Hidayat melanjutkan, pembangunan sumur resapan ini memang baru menyasar tiga kecamatan, pihaknya tak memasukkan kawasan Tallo, Sangkarrang, Wajo dan Ujung Tanah atau merupakan wilayah utara Makassar yang notabene merupakan kawasan kekeringan sebab adanya masalah kondisi tanah yang berbeda.

"Pengukuran air tanah, pada saat air tanahnya landai, dekat dari tanah itu tidak bisa, sementara daerah-daerah utara, air tanahnya landai, jadi kita tidak disarankan di sana," katanya.

Kepala DPU Makassar, Suhaelsi Zubir menerangkan konsep ini mencontoh wilayah DKI Jakarta. Hanya saja untuk pembangunannya akan dilakukan di atas fasilitas umum. Ini berbeda dengan Jakarta yang dibangun di atas aspal.

Baca Juga : Auditor KONI Makassar Tegaskan Dana Hibah Cabor Sudah Sesuai Regulasi, Tuduhan LSM Tak Berdasar

"Kalau di Jakarta di aspal, kita rencananya di fasum, nanti diratakan," ujarnya.

Sebab nantinya ini akan menghasilkan semacam manhole, dikhawatirkan ini bisa membuat jalan tidak rata dan membahayakan pengendara.

"Karana dia kan konsepnya seperti beton, digali ada lubang-lubangnya, kemudian dikasi agregat," jelasnya.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dukung Penetapan LP2B, Wujudkan Tata Ruang Berkelanjutan di Makassar

Sementara itu Elsi mengatakan lelang pengerjaan untuk proyek ini ditarget pada April mendatang. Perencanaannya diajukan terlebih dahulu untuk proyek ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru