Harta Rafael Alun Harus Diusut, Mahfud MD: Didik Rakyat agar Tak Jadi Hedonis
Harta kekayaan ayah dari Mario Dandy Satrio pelaku penganiayaan, diduga tidak wajar karena mencapai Rp56,1 miliar.
PORTALMEDIA.ID -- Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, kekayaan Rafael Alun Trisambodo, mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan II, perlu diusut. Hal ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat agar tidak menjadi hedonis dan tidak memanfaatkan kesempatan ketika menduduki jabatan.
"Bukan karena kita benci bukan karena kita apa. Tetapi kita mau menegakkan hukum dan mendidik masyarakat di negeri ini, agar tidak menjadi hedonis, berfoya-foya memanfaatkan kesempatan," kata Mahfud usai menjenguk David di RS Mayapada, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2023).
Harta kekayaan ayah dari Mario Dandy Satrio pelaku penganiayaan, diduga tidak wajar karena mencapai Rp56,1 miliar. Menurut Mahfud, Rafael Alun diduga melakukan pencucian uang.
Baca Juga : Mahfud MD Soroti Campur Tangan Politik dalam Reformasi Pelayanan Polri
"Tentang adanya beberapa hal yang diduga, diduga pencucian uang dan proses didapat yang tidak sah oleh saudara Alun sebagai orang tua," katanya.
Mahfud mengatakan bahwa dugaan tersebut sejalan dengan temuan dari berbagai instansi seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menemukan kejanggalan dalam sumber kekayaan Rafael.
"Ini tentu masalah kekayaan yang tidak sesuai dengan profil pekerjaan yang bersangkutan. Yang sejak tahun 2012 saya punya suratnya dari Kejaksaan Agung dan dari PPATK itu sebenarnya tahun 2013. Berdasar surat yang dibuat tahun 2012 dari Kejaksaan Agung dan 2013 PPATK sudah berkirim surat pada KPK," katanya.
Baca Juga : Serap Aspirasi di Makassar, Komisi Reformasi Polri Catat Keluhan soal Pemerasan hingga Politik
Rafael Alun dipanggil oleh KPK untuk memberikan klarifikasi mengenai asal usul kekayaannya. Rafael menyatakan kesiapannya untuk menjelaskan sumber kekayaannya kepada KPK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News