Jokowi Soal Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Ini Zona Berbahaya, Tidak Bisa Ditinggali

ist

Telah memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk segera menemukan solusi atas masalah yang terjadi di Plumpang.

PORTALMEDIA.ID -- Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kawasan Plumpang, yang terletak di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, khususnya yang berdekatan dengan Depo Pertamina, merupakan zona yang sangat berbahaya.

Pada malam Jumat (3/3/2023), kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang menyebabkan 17 orang meninggal dunia dan 51 orang lainnya mengalami luka-luka.

"Ini zona yang bahaya. Tidak bisa lagi ditinggali," kata Jokowi setelah memeriksa kondisi pengungsi di RPTRA Rasela, Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Minggu (5/3/2023).

Baca Juga : Jokowi Klaim Investasi IKN Tembus Rp56,2 Triliun

Jokowi mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk segera menemukan solusi atas masalah yang terjadi di Plumpang.

Menurut Jokowi, solusi untuk masalah tersebut dapat berupa merelokasi warga setempat atau memindahkan Depo Pertamina Plumpang ke tempat lain seperti reklamasi.

"Harus ada solusinya. Bisa saja (Depo Pertamina) Plumpang-nya digeser ke reklamasi atau penduduknya yang digeser ke relokasi," tutur Jokowi.

Baca Juga : Pratikno Akui Anggaran HUT RI Membengkak

Menurut Jokowi, solusi tersebut nantinya akan diputuskan Erick dan Heru Budi.

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo itu menekankan agar zona berbahaya yang menjadi tempat tinggal penduduk harus diaudit. Sebab, hal itu berkaitan dengan keselamatan jiwa penduduk.

"Semuanya memang harus zona-zona berbahaya ini tidak hanya di sini saja, harus diaudit, harus dievaluasi semuanya karena menyangkut nyawa," tutur Jokowi.

Baca Juga : Istana Bantah Isu Reshuffle di Ujung Pemerintahan Jokowi

Diberitakan sebelumnya, pada malam Jumat (3/3/2023), terjadi kebakaran hebat di Depo Pertamina Plumpang yang terletak di Jalan Tanah Merah Bawah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Api pertama kali dilaporkan muncul pada pukul 20.11 WIB akibat ledakan pipa bahan bakar minyak (BBM) di dalam Depo. Kebakaran ini menyebabkan 17 orang meninggal dunia dan 51 orang lainnya mengalami luka-luka. Lebih dari seribu warga setempat juga mengungsi ke beberapa lokasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru