Dewan Energi Nasional Minta Warga Sekitar Depo Plumpang Direlokasi
Satya menyarankan agar lokasi Depo Pertamina di Plumpang dapat dikembalikan sejak awal dibangun pada tahun 1974.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Dewan Energi Nasional (DEN) menyarankan masyarakat yang tinggal di sekitar kompleks Depo Pertamina Plumpang agar direlokasi. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa dan memberikan tempat yang lebih aman.
"Kalau saya melihat bagaimana mengelola masyarakat yang masih tinggal di sana. Bagaimana dilakukan relokasi untuk masyarakat yang berkeadilan," kata Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Widya Yudha, Minggu malam, 5 Maret 2023.
Ia berharap masyarakat di sekitar lokasi Depo Plumpang bersedia untuk direlokasi. "Ini karena mereka akan mendapat tempat tinggal yang bagus dan rumah yang lebih layak," ujarnya.
Baca Juga : Pertamina dan Pertamedika IHC Sertifikasi Gizi 28 Pelaku UMKM F&B Makassar
Apalagi, ia menduga tempat tinggal yang dihuni masyarakat di sekitar Depo Plumpang adalah hunian liar. "Karena kebijakan Pertamina dengan zona 50 meter, itu sudah terbangun sejak tahun 1974," ujarnya.
Namun, kata dia, kini lokasi di dekat Depo Plumpang menjadi masalah karena masyarakat di sekitarnya mengklaim memiliki lahan tersebut. "Itu yang harus di-clearkan dahulu karena tidak mungkin industri migas yang mempunyai stirage di Indonesia dia membangun tanpa mempersiapkan adanya zona keselamatan," ucapnya.
Menurutnya, hal itu telah menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) sejak awal dibangun. "Itu sudah menjadi SOP awal," imbuhnya.
Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Pengasuh Anak, Pertamina-BKKBN Kolaborasi Sertifikasi TPA di Maros
Ia mengungkapkan, untuk menyelesaikan masalah kepemilikan lahan tersebut maka DPR harus turun tangan. "Secara hukum dalam arti kepemilikan yang tinggal di buffer zone tersebut," ucapnya.
Menurutnya, jika masyarakat mau direlokasi maka masalah ini dapat selesai. "Berarti di situ menjadi wilayah yang layak untuk menjadikan tempat penampungan BBM," ucapnya.
Ia berharap penyelesaian kedua belah pihak antara Pertamina dengan masyarakat sekitar Depo Plumpang diselesaikan secara menyeluruh. "Apabila kami menempatkan masalah itu secara proposional maka diterima oleh sejumlah pihak," ucapnya.
Baca Juga : Antisipasi Nataru, Pertamina Siapkan Tambahan Pasokan BBM dan LPG di Toraja
Lebih lanjut, Satya menyarankan agar lokasi Depo Pertamina di Plumpang dapat dikembalikan sejak awal dibangun pada tahun 1974. "Kita harus melihat zonasi pada waktu dibangun, zonasinya sudah tepat dan buffer zone (zona penyangga) sudah tepat," ungkapnya.
Menurutnya, pada awal dibangun pada 1974 daerah Plumpang merupakan dari yang jauh dari pusat kota Jakarta. "Wilayah Plumpang termasuk daerah yang cukup terisolir pada waktu itu," katanya.
Namun, ujarnya, kondisi saat ini berubah seiring era reformasi dengan memanfaatkan lahan untuk zona keselamatan menjadi tempat tinggal masyarakat. "Banyak hal-hal yang tidak kita inginkan yaitu pemanfaatan zona yang harus dibebaskan," katanya. (*)
Baca Juga : Tanggap Darurat Lintas Fungsi: Pertamina Simulasikan Penanganan Kebakaran Tangki dan Aksi Warga di FT Luwuk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News