Miliki Kepemimpinan yang Matang, Tokoh Masyarakat Sinjai Sebut IAS Bisa Dorong Kemajuan Sulsel

ist

Ada sejumlah alasan mengapa IAS dinilai sebagai publik Sulsel yang memiliki kepemimpinan yang matang baik dari sisi pengalaman birokrasi maupun di kancah politik.

PORTALMEDIA.ID, SINJAI - Mantan anggota DPRD Sinjai dua periode, Khaer Syurkati mengatakan bahwa Sulsel ke depannya membutuhkan sosok pemimpin yang matang dalam berbagai aspek.

Pemimpin tersebut, kata dia sanggup berdiri di atas kepentingan semua golongan.

"Tidak membeda-bedakan satu kelompok dan lainnya. Kalau melihat aspek ini, kematangan sekelas itu memang dimiliki Ilham Arief Sirjuddin. Sebagai pribadi, saya percaya beliau (IAS--red) mampu mengayomi semua kelompok, tidak membangun kebijakan dan keputusannya atas dasar suka atau tidak suka belaka,"ungkap tokoh masyarakat Sinjai ini melalui pesan whatsappnya, Senin (6/3/23).

Baca Juga : Melalui Akun Pribadi, Ilham Arief Sirajuddin Sampaikan Permohonan Maaf

Ada sejumlah alasan mengapa IAS dinilai sebagai publik Sulsel yang memiliki kepemimpinan yang matang baik dari sisi pengalaman birokrasi maupun di kancah politik.

Berikut bukti nyata IAS, dikatakan Khaer sebagai sosok dengan kepemimpinan yang matang:

IAS wali kota Makassar 2004-2014 dengan taburan prestasi menonjol. Pernah mengantar pertumbuhan ekonomi Makassar menyentuh angka dua digit di tahun 2008, mengalahkan Tiongkok.

Baca Juga : Dikunjungi IAS, AGH Prof Wajedy Cerita Soal Kunjungan Harmoko Dan Akbar Tandjung

IAS juga sempat masuk nominasi wali kota terbaik dunia 2014 versi worldmayor.com, bersama wali kota Bandung Ridwan Kamil dan wali kota Surabaya Tri Rismahirini. Mereka dinominasikan sebagai wakil dari benua Asia ketika itu.

Bukan itu saja, IAS kemudian dinobatkan sebagai 10 Tokoh TEMPO 2008 bersama 9 kepala daerah lainnya. Itu tidak lepas dari keberhasilan sosok yang dijuluki Bapak Pembangunan Kota Makassar itu menyulap lapangan Karebosi menjadi lapangan sepak bola pertama di Indonesia yang memiliki basement pusat perbelanjaan modern. Dan itu tanpa mengganggu APBD sama sekali.

Kesuksesan serupa juga IAS tunjukkan saat sukses merevitalisasi Pantai Losari menjadi ikon kota Makassar. Lagi-lagi tanpa mengganggu APBD.

Baca Juga : IAS Safari Politik ke Barru, Tekankan Kolaborasi untuk Bangkitkan Golkar Sulsel

Akumulasi deretan kesuksesan itulah yang mengantar IAS meraih penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden RI (2011). Bintang Jasa adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk menghormati seseorang atas jasa dan perjuangannya. Peraihnya berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Di jalur politik, IAS prnah memimpin organisasi pemuda besar seperti AMPI Sulsel. Pernah menjadi Ketua DPD I Golkar Sulsel maupun Ketua DPD Demokrat Sulsel. Kesuksesan IAS sebagai wali kota juga tidak terlepas dari pengalaman IAS yang juga sempat duduk sebagai anggota DPRD Sulsel (1999).

Di kancah pertarungan pilkada, selain duduk sebagai wali kota dua periode, IAS punya pengalaman sebagai calon gubernur Sulsel 2013 berpasangan dengan Dr Aziz Qahhar Mudzakkar (AQM).

Baca Juga : Menjelang Musda, Taufan Pawe–IAS Sepakat Jaga Etika dan Hindari Polarisasi di Tubuh Golkar

Ketika itu, Ilham-Aziz menghadapi kekuatan raksasa Syahrul-Agus yang maju sebagai petahana berpasangan. Hasilnya, IAS kalah dengan catatan perolehan suara 42 persen. Hanya selisih 38 ribu dengan jumlah suara yang berhasil mengantar Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman menjadi gubernur pada pilgub 2019 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru