Hadiri Kuliah Umum Unibos, Rocky Gerung Sentil Kinerja Perpajakan di Indonesia
"Kita dihubungkan oleh laut yang sama dan ikan yang sama. Mereka yang makan ikan pasti otaknya melampaui mereka yang hanya bisa menghafal nama-nama ikan," ucap Rocky Gerung saat menghadiri Kuliah Umum di Unibos.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Rocky Gerung kembali menyapa mahasiswa yang berkuliah di Universitas Bosowa (Unibos) dalam Kuliah Umum bertema "Kampus dan Republik".
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa di lantai FR Menara Bosowa, Selasa (07/03).
Rocky Gerung menjabarkan peran kampus dan republik untuk masa depan negara. Ia menjelaskan konsep republik yang seharusnya menjadi acuan negara dalam bertindak.
Baca Juga : Membangun SDM Unggul dan Berdaya Saing, PT Vale Kampanyekan Budaya K3 di Perguruan Tinggi
"Kampus dan republik itu, datang dari penggalan kata respublika. Res artinya thing atau hal-hal dan publik artinya umum. Jadi ketika membahasa republik berarti berkenaan dengan hal-hal yang menyangkut kepentingan umum," ucapnya.
Namun, saat ini, Rocky mencemaskan keadaan republik yang hadiir dengan beragam isu miring.
"Misalnya, isu kekayaan dirjen pajak atau petugas pajak eselon III yang luar biasa. Itu sebenarnya sudah bertentangan dengan ide republik. Republik itu kesetaraan bukan kesenjangan," pungkasnya.
Baca Juga : Jelang Debat Cawapres, Rocky Gerung: Publik Nantikan Kekonyolan Gibran
Dari isu tersebut, lanjut Rocky, bisa dilihat, apa yang sebenarnya terjadi di bangsa ini. Dibandingkan dengan apa yang seharusnya menjadi tugas pemerintah.
"Konstitusi kita mewajibkan presiden untuk melaksanakan dua hal saja. satu mencerdaskan kehidupan bangsa dan kedua memelihara fakir miskin. Tapi, kenyataannya justru dua hal itu yang tidak ditemukan di republik ini. Karena yang dipelihara negara adalah para koruptor yang menimbun hartanya," tegas Rocky.
Padahal kaya dia, tugas dasar negara adalah mendistribusi melalui sistem pajak. "Jadi kita beruntung ada korporasi yang mengakumulasi ekonomi tapi mereka dungu dalam mendistribusikan akumulasi itu," sentilnya.
Baca Juga : Mudahkan Mobilisasi Pemilih, KPU Sulsel Siapkan DPTb di Setiap Kampus
Bukan cuma itu, menurut Rocky, pemerintah tidak mempu mengejawantahkan makna republika dengan baik.
"Contohnya, petugas pajak yang seharusnya menghasilkan keadilan tapi buktinya dia merampok uang kita. Justru hakim yang menghasilkan keadilan dibayar sepersekian ribu persen saja. Disini kita bisa lihat bahwa ada ide republik yang gagal dipelihara oleh bangsa ini.Pemerintah gagal untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News