Serang Seorang Wanita, Massa Ormas Batalyon 120 Bentukan Danny Dilapor ke Mapolda Sulsel
Wanita itu bernama Rasyidah Muis, nampak dari wajahnya ada bekas luka lebam diduga bekas penganiayaan benda tumpul.
PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR -- Organisasi Masyarakat (Ormas) Batalyon 120 yang merupakan bentukan Wali Kota Makassar Moh Ramadhan (Danny) Pomanto kini dilapor ke Mapolda Sulsel usai diduga melakukan aksi anarkis hingga menganiaya seorang wanita.
Wanita itu bernama Rasyidah Muis, nampak dari wajahnya ada bekas luka lebam diduga bekas penganiayaan benda tumpul.
Dari informasi aksi penganiayaan itu terjadi saat bentrok antar warga yang terjadi di wilayah Karuwisi, Jalan A P Pettarani, Kota Makassar, pada Jumat (3/3/2023) lalu.
Baca Juga : Cekcok Soal Aliran Air Berujung Penganiayaan di Bone, Kakak Tikam Adik dengan Badik
Akibat penganiayaan itu, Rasyidah melaporkan Ormas Batalyon 120 ke Mapolpa Sulsel, pada Sabtu (4/3/2023). Dengan nomor Laporan Polisi LP/B/210/III/2023/SPKT POLDA SULAWESI SELATAN.
Rasyidah mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui bahwa massa yang menyerangnya itu merupakan ormas bentukan Danny Pomanto lantaran melihat adanya atribut.
"Saya melihat bendera dan kebetulan ketua dari mereka itu berada paling depan. Pada benderanya, ada tulisan Batalyon," ujar Rasyidah kepada awak media, Selasa (7/3/2023).
Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen
Diceritakan Rasyidah, dia dan keluarganya sedang membersihkan lahan warisan dari orang tuanya. Namun tiba-tiba saja diserang oleh sekelompok orang.
"Ketika kami membersihkan lokasi, kami melakukan pemagaran, tiba-tiba datang ratusan lebih massa ke dalam lokasi dan melemparkan busur kepada kami," lanjutnya.
Para massa tersebut disebut Rasyidah, membuat perbuatan-perbuatan anarkis dengan memukul, melempari batu dan busur kepada mereka.
Baca Juga : Ditegur Buang Sampah Sembarangan, Pria di Gowa Tega Aniaya Tetangga
"Mereka mengeluarkan batu-bata dari tas yang dia bawa dan dipukulkan ke kepala saya," ucapnya.
Rasyidah berharap, dengan dirinya membuat laporan atas apa yang dia alami, aparat kepolisian bisa betul-betul menangani dengan sikap yang adil.
"Harapan saya, semoga polisi bisa betul-betul menangani laporan kami, dengan betul-betul bersikap adil," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News