Pengembangan Proyek HPAL Pomalaa, PT Vale Teken MoU Bersama Ford Motor Co

ist

PT Vale membuat kesepakatan kerja sama (MoU) bersama Ford Motor Co dalam proyek HPAL di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk, bersama Zhejiang Huayou Cobalt Co.,
Ltd China dan produsen mobil dunia Ford Motor Co menandatangani nota kerjasama atau MoU yang tidak mengikat dalam kerjasama tiga pihak di Indonesia untuk memproses biji nikel yang ditambang oleh PT Vale di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara.

“Kami senang Ford turut dalam kemitraan untuk Proyek HPAL di Blok Pomalaa. Proyek ini
semakin menegaskan jika keberadaan Indonesia dalam industry mobil listrik dunia begitu
penting," kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur PT Vale melalui keterangan tertulisnya yang diterima portalmedia.id, Kamis (21/7/2022). 

Febri, sapaan akrabnya menambahkan, Hal ini akan ditopang dengan dukungan masyarakat dan sumber daya alam yang tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dengan tetap mengedepankan praktik pertambangan berkelanjutan.

Baca Juga : RDP di Komisi XII, PT Vale Jelaskan Kepatuhan dan Kepastian Operasional

"Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah Indonesia pada proyek ini. Kami berharap
dapat terus bersinergi dengan para pemangku kepentingan untuk menciptakan nilai dan
peluang jangka panjang berkelanjutan terutama bagi masyarakat dimana perseroan
beroperasi,” ujar Febri. 

Diketahui kerja sama ini mengacu pada kerangka perjanjian yang telah disepakati antara PT Vale dan Huayou pada 27 April 2022 lalu, terkait pengembangan fasilitas pengolahan High-Pressure Acid Leaching (“HPAL”) di Blok Pomalaa.

Total kapasitas produksi hingga mencapai 120.000 metrik ton kandungan nikel per tahun
dalam bentuk mixed hydroxide precipitate.

Baca Juga : 617 Sak Pupuk Phonska Plus Dukung Keberlanjutan Pertanian Huko-huko

Wakil Presiden Eksekutif Base Metals Vale selaku Komisaris Utama PT Vale, Deshnee Naidoo menyebutkan, PT Vale memiliki rekam jejak operasi selama beberapa dekade di Indonesia dalam
memproduksi nikel secara aman dan berkelanjutan.

"Untuk itu, kami berharap dapat bekerja sama dengan mitra lain yang sejalan dan senantiasa mengedepankan aspek keberlanjutan pada generasi baru proyek pengembangan yang didesain untuk memberikan dampak minimal terhadap lingkungan serta bermanfaat bagi sosial ekonomi lokal dan nasional di masa depan,” kata Deshnee. 

Wakil Presiden Ford Model e, EV Industrialization, Lisa Drake, menambahkan, kerja sama tiga
pihak ini tentunya adalah cara yang kreatif untuk memastikan kebutuhan nikel Ford dan jutaan
pelanggan kendaraan listrik Ford bisa terpenuhi.

Baca Juga : Lewat Festival Budaya, PT Vale Ikut Jaga Lestarikan Budaya di Morowali

"Hal ini juga selaras dengan apa yang ingin dicapai Ford dalam setiap prosesnya, yakni senantiasa berkomitmen menjaga lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) saat ini dan di masa depan," ujar Lisa. 

Sementara itu, Executive Vice Chairman dari Huayou, George Q. Fang, mengatakan, sebagai salah satu penghasil material baterai Li-ion dunia terdepan, Huayou telah melakukan upaya-upaya yang konsisten dalam menjalankan keseluruhan cakupan industri dari Nikel dan Kobalt untuk menjadi material baterai katoda dengan emisi karbon sangat rendah.

"Kemitraan bersama Ford dan PT Vale ini tidak hanya akan menjamin suplai yang stabil dan berkelanjutan untuk pelanggan, namun juga akan membawa dampak positif pada perkembangan industri EV dan ekonomi Indonesia," katanya. 

Baca Juga : Dari Desa Matano hingga Parumpanai, Inisiatif Berkelanjutan dari Timur Indonesia Raih Pengakuan Nasional di ICA & ISDA 2025

Adapun penyelesaian pembangunan fasilitas HPAL ditargetkan beroperaso pada 2025 mendatang. "Ini juga tentunya bergantung pada negosiasi dan pelaksanaan kesepakatan definitif," lanjut George. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru