Kurun Waktu 3 Tahun, 635 Hektar Lahan Pertanian di Makassar Alih Fungsi Jadi Perumahan

Penulis : Nurfitri
Ikustrasi: dok koran madura

Dalam kurun waktu 3 tahun, lahan pertanian di Kota Makassar mengalami penyusutan sebanyak 635 Hektar.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) baru-baru ini me-warning penyusutan lahan pertanian yang terus terjadi di Indonesia.

Rupanya hal ini terjadi di Makassar. Dari Data yang dihimpun portalmedia.id, terjadi penyusutan yang signifikan lahan pertanian di Makassar dalam tiga tahun terakhir sekitar 635 hektare lahan pertanian di Makassar.

Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Makassar, Indriati Djaharuddin mengemukakan, penyebab utama penurunan angka lahan pertanian ini akibat massifnya perkembangan perumahan di Makassar.

Baca Juga : JPU KPK Ungkap SYL Bayar Charter Pesawat Senilai Rp3 Miliar Diduga Dari Hasil Korupsi

"Jadi terjadi penurunan yang signifikan. Jadi beralih fungsi, kebanyakan itu menjadi lahan perumahan," tegasnya.

Diketahui setidaknya ada tujuh kecamatan yang masih memiliki kawasan persawahan di Makassar, di antaranya Kecamatan Biringkanayya, Tamalanrea, Manggala, Panakkukang, Tallo, Rappocini dan Tamalate.

Dia mengatakan yang ada saat ini pun datanya masih belum begitu kongkret, sebab tidak diketahui siapa pemiliknya, tercatat kurang dari 500 hektare yang dilaporkan memiliki lahan tersebut.

Baca Juga : Politisi NasDem Rajiv Datangi Kantor KPK Sekaitan Kasus Eks Mentan SYL

"Apakah dia masih petani, karena yang lain itu statusnya penggarap, kita belum ada datanya apakah punya pengembang atau tidak berempat tinggal di Makassar," terangnya.

DP2 Ajukan Ranperda LP2B

Dia mengatakan penurunan ini menjadi atensi serius dari DP2, makanya tahun lalu, DP2 telah mengajukan pencanangan Ranperda Lahan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) ini ke DPRD Makassar. Saat ini tengah berproses di Pansus.

Dia mengatakan tiap lahan yang tercatat di DP2 juga akan meninjau tingkat produktifitasnya. Ini agar pemetaan hasil pangan bisa lebih optimal.

Baca Juga : Kendalikan Inflasi dan Dampak El Nino, Pemprov Sulsel Lakukan Berbagai Upaya

Setidaknya pada tahun 2017 angkanya masih berada di 2636 hektar, sementara pada tahun 2019 2035 hektare lahan dan di tahun 2022 tersisa sekitar 1400-san saja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru