Pasca Ditinggal Kader ke Gelora, Ketua PKS Makassar: Kursi di DPRD Bertambah
Perpindahan kader menurut Anwar tidak memberi pengaruh apa-apa ke internal partai.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar, Anwar Faruk mengungkapkan klaim pentolan Partai Gelora terkait pindahnya 90 persen kader PKS dinilai sudah usang.
Pernyataan anggota DPRD Makassar itu disampaikan menyusul statemen eks kader PKS yang turut menggagas lahirnya Partai Geloro Irwan ST. Dimana Irwan mengklaim sudah ada 90 persen kader PKS yang angkat kaki ke Gelora.
Anwar Faruk mengatakan klaim itu sudah lama, pindahnya sejumlah kader PKS ke Gelora menurutnya bukan baru ini terjadi ketika mendekati pemilihan umum (Pemilu 2024) ini, tapi sudah terjadi sejak tahun 2018 lalu.
Baca Juga : Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Anggota Komisi D DPRD Makassar Apresiasi Pelaksanaan IGS 2026
"Klaim itu sudah usang, itu 2018 sekarang sudah terpisah Gelora yaa Gelora, PKS yaa PKS. Jadi tidak ada itu tahun ini yang pindah ke Gelora," ungkapnya kepada Portalmedia.id, Kamis (9/3/2023).
Perpindahan kader itu, lanjut Anwar sapaannya bahkan tidak memberi pengaruh apa-apa ke internal partai. Malah menurutnya suara PKS mengalami peningkatan berdasarkan hasil Pemilu 2019 lalu, pasca ditinggal pergi kader PKS ke partai Gelora
"Alhamdulillah, setelah mereka keluar jadi Gelora, tidak ikut di PKS. Suara di provinsi naik dari 6 kursi jadi 8 kursi. Sementara di kota tetap 5 kursi tapi suaranya naik 12,5 persen," sebutnya.
Baca Juga : PPP Sulsel Instruksikan Fraksi DPRD Makassar Dukung Program Wali Kota Appi
Dia juga menambahkan, semua yang Gabung Gelora sudah mereka coret jadi Kader PKS."Mereka bukan kader PKS tapi kader Gelora, semua yang ke Gelora kami sudah coret dari PKS," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News