Fulus Bukan Segalanya untuk Nyaleg, Rijal Djamal Andalkan Suara Pengikutnya di IG, Tiktok dan Youtube

Penulis : Gita Oktaviola
Youtuber Makassar, Rijal Djamal

Modal itu tentu tergolong massif dalam promosi politik diri di platform tersebut dan menganggap fulus bukan satu-satunya modal dalam raih incarannya.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Content Creator asal Makassar Rijal Djamal sudah mantap hati berjuang di jalur politik dengan mengincar kursi di DPRD Sulsel pada pileg 2024 mendatang. Ia percaya diri dengan aset digital (Instagram, Tiktok dan Youtube) milikinya mampu mengantar dirinya sebagai bapak wakil rakyat.

Yah, modal followers atau pengikut digital Rijal memang cukup mumpuni dan semuanya berada di platfrom yang digandrungi berbagai kalangan usia. Sebut saja di Youbute dengan nama Channel Rijal Djamal punya subscribers atau langganan 243 ribu akun.

Kemudian pada aplikasi TikTok dengan pengikut 1 juta dan di Instagram dengan 115 ribu followers.

Baca Juga : Kisah Penangkapan YouTuber Thailand Gegara Tak Bisa Nyanyi Indonesia Raya

Modal itu tentu tergolong massif dalam promosi politik diri di platform tersebut dan menganggap fulus bukan satu-satunya modal dalam raih incarannya.

"Sebenarnya itu modalku. Di saat orang menganggap bila uang adalah satu-satunya modal. Maka, modal saya bukan uang, tapi saya punya aset digital," ucapnya saat diwawancarai oleh portalmedia.id di Axelco MP, Sabtu (11/03/2023).

Selama beberapa tahun terakhir, Rijal memang dikenal dan sudah bertindak sebagai sosok yang suka meng-endorsement atau mempromosikan figur politik, pejabat, hingga pengusaha melalui Saluran Rijal Djamal.

Baca Juga : Viral! Kisah Om Albert Ajak YouTuber Korea ke Hotel Saat Liburan di Manado

Karena itu sangat mudah bagi Rijal memanfaatkan kekuatan marketing politik di berbagai] aset gital asuhannya itu.

"Potensi ini pasti kita pakai. Karena orang saja mau pakai kita (Channel Youtube Rijal Djamal) untuk kepentingan kekuatannya. Masa saya tidak pakai itu," pungkasnya.

Tapi Rijal menyadari bahwa diferensiasi atau pembeda sangat dibutuhkan agar kemunculannya di publik secara nyata jauh berbeda dengan calon legislator lainnya.

"Tapi dengan cara yang berbeda. Saya bisa pastikan kalau saya akan melakukan pola komunikasi politik yang berbeda dari yang lain. Itu yang bisa saja jamin, entah dari cara kampanyenya dan lainnya," katanya menegaskan.

Baca Juga : Resmi Nyaleg Lewat PKB, Rijal Djamal Bakal Gaet Suara Milenial

Dia menganggap selama ini pola gerakan beberapa politisi yang terkesan menjatuhkan kontestan lain adalah cara kuno. Menurutnya cara-cara itu justru membuat para calon pemilih dari kalangan pemula dan muda antipati terhadap politik.

"Saya tidak akan menjatuhkan orang. Kalau menyinggung bisa jadi, tapi bagi yang mau tersinggung. Karena saya mau bawa cara kreatif ke politik," bebernya.

"Padahal, anak muda itu tidak suka gontok-gontokan. Kita ini menghasilkan karya yang kreatif," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru