Mantan Bos Ajudan Pribadi Kaget: Dulu Polos dan Lugu Kini Penipu

Andi Rukman Nurdin Karumpa (foto; FB)

Rukman juga mengakui pribadi mantan anak buahnya itu mulai berubah sikapnya.

PORTALMEDIA.ID -- Publik dikejutkan dengan tertangkapnya Ajudan Pribadi karena melakukan penipuan dan penggelapan. Bahkan mantan bosnya, Andi Rukman Nurdin Karumpa, juga terkejut.

Pengusaha asal Sulawesi Selatan itu tidak menyangka bahwa Ajudan Pribadi bisa melakukan penipuan, mengingat sebelumnya ia dikenal sebagai sosok yang polos dan jujur.

Ajudan Pribadi sebelumnya bekerja pada Andi Rukman dan naik pangkat dari tukang pijat hingga menjadi ajudan pribadi.

Baca Juga : Andi Rukman Karumpa Beri Gelar Jokowi Sebagai Bapak Konstruksi Indonesia

Karena bekerja untuk pengusaha sukses dan terkenal, Ajudan Pribadi memiliki akses ke banyak pejabat. Namun, setelah tidak lagi bekerja dengan Andi Rukman, Ajudan Pribadi mulai berubah.

Seperti yang diketahui, Ajudan Pribadi telah ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat karena melakukan penipuan senilai Rp 1,3 miliar dengan modus jual beli Mercedes-Benz G-Class dan Toyota Land Cruiser.

Rukman tak menyangka Ajudan Pribadi yang dulu dikenalnya sebagai sosok yang lugu dan jujur, ternyata berani melakukan penipuan.

Baca Juga : Ajudan Pribadi Kembali Dilapor ke Polda Sulsel Usai Dilepas Polres Metro Jakarta Barat

"Jujur saya sangat shocked, karena pengalaman saya pribadi membawa Akbar ke Jakarta pada tahun 2014 itu saya membawa dengan kepolosannya dia, kejujuran, ketulusan," ujarnya. dilansir Detikcom, Jumat (17/3/2023).

"Tidak menyangka, sama sekali tidak menyangka dengan kepolosan dan keluguannya dulu," imbuhnya.

Dia mengungkapkan Ajudan Pribadi sudah tidak bekerja padanya sejak 2018. Rukman juga mengakui pribadi mantan anak buahnya itu mulai berubah sikapnya.

Baca Juga : Ajudan Pribadi dan Korbannya Sepakat Damai, Ganti Rugi Penipuan Rp 1,3 Miliar

Mantan bosnya ini juga pernah menegur Ajudan Pribadi agar tidak pamer kemewahan di media sosial.

"Saya pernah mengingatkan, menasihati jangan upload seperti itu (pamer kemewahan), jangan gaya hidup seperti ini, bisa bahaya. Masih ada buktinya. Tapi nasihat itu diabaikan," ujar Andi Rukman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru