Pahami Penyebab dan Dampak Stunting pada Kehidupan Anak

ist

penting bagi Bunda untuk mengetahui beberapa cara mencegah penyakit ini, di antaranya:

PORTALMEDIA.ID -- Jangan dengan cepat menyalahkan orang tua ketika anak mengalami stunting. Karena stunting tidak hanya disebabkan oleh kesalahan asuhan, tetapi bisa juga dipicu oleh faktor lain seperti kekurangan gizi sejak dalam kandungan atau infeksi berulang yang mengganggu penyerapan zat gizi.

Menurut data dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, sekitar 5,33 juta balita Indonesia atau sekitar 24% mengalami stunting, yang ditandai dengan tinggi badan mereka yang lebih pendek dari standar untuk anak-anak seusianya.

Kondisi stunting harus segera ditangani karena dapat mempengaruhi perkembangan otak anak, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kemampuan belajarnya di masa depan. Selain itu, anak yang mengalami stunting lebih rentan terhadap penyakit infeksi dan sering sakit, sehingga sangat berbahaya untuk kesehatannya.


Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya stunting, dilansir Alodokter, di antaranya:

Baca Juga : Angka Stunting Makassar 2025 Berhasil Ditekan ke 22,9 Persen, Turun dari 25,6 Persen

1. Pengetahuan ibu yang kurang memadai
Nutrisi yang dikonsumsi oleh seorang ibu selama kehamilan sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang janin. Karena itu, penting bagi ibu untuk memiliki pengetahuan tentang makanan yang bergizi agar nutrisi harian ibu dan janin dapat tercukupi dengan baik.

Selain itu, 1.000 hari pertama kehidupan bayi (0-2 tahun) juga merupakan periode yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Selama masa ini, bayi membutuhkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan makanan pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas setelahnya. Oleh karena itu, pengetahuan tentang gizi anak juga penting bagi ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya.

Selain faktor-faktor tersebut, kondisi sindrom alkohol janin (fetal alcohol syndrome) juga dapat memicu stunting. Kondisi ini terjadi ketika ibu mengonsumsi alkohol selama kehamilan tanpa menyadari bahwa hal tersebut dapat membahayakan kesehatan janin. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk menghindari konsumsi alkohol untuk menjaga kesehatan janin dan mencegah terjadinya stunting.

Baca Juga : Rakor TPPS Makassar, Aliyah Serukan Kerja Nyata Atasi Stunting

2. Infeksi berulang atau kronis
Infeksi yang sering terjadi sejak bayi dapat menyebabkan tubuh anak membutuhkan energi lebih untuk melawan penyakit. Jika kebutuhan ini tidak diimbangi dengan asupan gizi yang cukup, anak dapat mengalami kekurangan gizi dan berujung pada stunting.

Penting bagi ibu untuk memiliki pengetahuan tentang cara menyiapkan makanan untuk anak agar dapat mencegah terjadinya infeksi. Tidak semua ibu memahami jenis makanan yang baik untuk tumbuh kembang anak dan seberapa banyak porsi yang diperlukan sesuai dengan usia anak. Oleh karena itu, pengetahuan tentang gizi anak sangat penting bagi ibu untuk memberikan asupan yang cukup dan mencegah terjadinya stunting.

3. Sanitasi yang buruk
Ketidaktersediaan sumber air bersih dan sanitasi yang buruk dapat menjadi faktor penyebab stunting pada anak. Penggunaan air sumur yang tidak bersih untuk memasak atau diminum, ditambah dengan kurangnya ketersediaan fasilitas toilet, dapat menjadi penyebab utama terjadinya infeksi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko anak untuk terkena diare dan infeksi cacing usus (cacingan) secara berulang-ulang.

Baca Juga : Munafri Ajak Pejabat Baru Turunkan Angka Stunting, TBC dan Pengangguran

4. Terbatasnya layanan kesehatan
Di Indonesia, masih ada beberapa daerah yang kekurangan akses layanan kesehatan. Padahal, tenaga kesehatan diperlukan tidak hanya untuk memberikan perawatan pada anak atau ibu hamil yang sakit, tetapi juga memberikan pengetahuan tentang gizi untuk ibu hamil dan anak pada masa awal kehidupan.

Stunting pada anak dapat memengaruhi kesehatan dan perkembangan mereka dari masa kecil hingga dewasa. Dalam jangka pendek, stunting pada anak menyebabkan gangguan perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.

Pada pandangan pertama, proporsi tubuh anak yang mengalami stunting mungkin terlihat normal. Namun, kenyataannya mereka lebih pendek daripada anak-anak seusianya.

Baca Juga : Empat Kabupaten Susun Strategi Komunikasi untuk Percepat Penurunan Stunting di Sulsel

Seiring dengan bertambahnya usia anak, stunting dapat menyebabkan berbagai macam masalah, di antaranya:

- Kecerdasan anak di bawah rata-rata sehingga prestasi belajarnya tidak bisa maksimal

- Anak jadi mudah sakit karena sistem imunnya tidak baik

Baca Juga : Launching Rumah Gizi, Pemkab Pinrang Komitmen Turunkan Angka Stunting Secara Berkelanjutan

- Anak berisiko tinggi memiliki penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker

Tips Mencegah Stunting yang Bisa Dilakukan
Seperti yang telah dikatakan di awal, dampak buruk stunting bisa tetap dialami anak ketika ia sudah dewasa. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui beberapa cara mencegah penyakit ini, di antaranya:

- Mengonsumsi makanan dalam porsi yang cukup dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil dan selama menyusui

- Memberikan nutrisi yang baik kepada Si Kecil, seperti memberikan ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya, seiring pertambahan usianya

- Rutin memeriksakan kehamilan serta pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir

- Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan sebelum makan, serta memiliki sanitasi yang bersih di lingkungan rumah

- Untuk menghindari stunting memang dibutuhkan kesabaran dan usaha yang menyeluruh dari semua pihak. Ingat, tanggung jawab ini bukan hanya milik para ibu saja, melainkan milik seluruh anggota keluarga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru