3 Koper Jemaah Haji Berisi Zamzam Lolos Petugas X-ray
Meski telah dilakukan pemeriksaan X-ray, justru belakangan ditemukan ada 3 koper jemaah haji Indonesia yang berisi zamzam di dalamnya.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Ratusan koper jemaah haji Indonesia dibongkar oleh petugas bagasi karena berisi air zamzam yang dilarang oleh otoritas penerbangan. Air zamzam itu diketahui saat koper diperiksa X-ray oleh petugas bagasi yang ditunjuk pihak maskapai.
Tapi, petugas bandara di bagian remote area mendapati ada koper berisi zamzam yang lolos petugas X-ray. Remote Area adalah bagian dari apron atau tempat parkir pesawat yang merupakan tahap akhir pemeriksaan bagasi sebelum masuk pesawat.
"Kita temukan di remote area itu ada tiga koper yang isinya satu tas ada dua galon yang per galonnya 5 liter zamzam, dan ada yang botol-botol dibungkus dengan apa namanya yang warna coklat itu (lakban-red)," ucap Kasie Yanpul Daker Bandara, Edayanti Dasril, dikutip dari kumparan, Jumat (22/7/2022).
Baca Juga : Fantastis, Harga Air Zamzam di Negara Rp 500 Ribu per Liter
Petugas remote area menemukan koper berisi air zamzam itu setelah mengecek melalui X-ray. Mereka lalu memanggil petugas Indonesia, maskapai, dan pihak berwenang lain untuk membongkar koper itu.
"Alhamdulillah remote area masih kooperatif ya karena memang dari 410 bagasi itu kita masih menemukan 3 bagasi yang terindikasi air zamzam," tuturnya.
Menjadi Perhatian Serius
Penemuan ini menjadi perhatian serius sebab petugas bagasi yang bertanggung jawab memeriksa seluruh koper, ternyata ada zamzam yang lolos. Jika lolos lagi di remote area, maka zamzam itu bisa masuk pesawat.
Baca Juga : Ada 27 Jemaah Haji RI yang Masih Dirawat di RS Arab Saudi
Namun menurut Edayanti, kesalahan bukan pada mesin X-ray yang dimiliki perusahaan bagasi, tapi murni kesalahan manusia (human error) karena banyaknya koper yang harus diperiksa petugas.
"Si pengawas itu sudah memerintahkan para petugas mereka untuk mengambil, cuma mungkin karena banyaknya tingginya load barang bagasi yang mereka periksa pada saat itu. Mungkin ada yang terlewat tiga (koper) dan alhamdulillah kan terdeteksi di remote area," ujarnya.
"Kami sudah menelepon secara langsung semalam ke Mr Amir selaku penanggung jawab pemeriksaan bagasi khusus untuk Indonesia, dan mereka secara lisan meminta maaf karena keteledoran," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News