Jeneponto Terus Miskin, Bupati Iksan: Mau Maju Harus Berteman dengan Cina
Politisi dari Partai Golkar itu yakin apabila Jeneponto dihuni oleh warga Cina, maka otomatis daerahnya akan keluar dari ketertinggalan
PORTALMEDIA.ID, JENEPONTO - Bupati Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) , Iksan Iskandar mengungkapkan alasan daerah yang dipimpinnya selama dua periode itu sulit untuk berkembang, dan keluar dari zona kemiskinan.
Menurutnya, kondisi ekonomi warganya yang lemah, salah satunya dipengaruhi oleh ketiadaan investor yang melirik dan berminat menanamkan modalnya di Bumi Butta Turatea ini.
Sebab kata Iksan, masyarakat Jeneponto menolak keberadaan orang luar dan bersaing bisnis dengan warga asing. Misalnya Cina yang disebutnya pandai berdagang, tak satu pun etnis Tionghoa itu bisa masuk ke Jeneponto karena warga sendiri yang tidak menginginkannya.
Baca Juga : Pemprov Sulsel dan BPS Perkuat Sinergi Pemanfaatan Data untuk Pembangunan Daerah
"Karena orang Jeneponto juga tidak mau bergabung dengan orang luar, kan misalnya orang Cina pintar berdagang yang bawa uang, mana ada orang Cina di Jeneponto, itu semua dampaknya sehingga kita tidak bisa maju, jago jaki dalam kandang," kata Iksan Iskandar kepada Portalmedia.id, Senin (20/3/2023) kemarin.
Politisi dari Partai Golkar itu yakin apabila Jeneponto dihuni oleh warga Cina, maka otomatis daerahnya akan keluar dari ketertinggalan. Lapangan pekerjaan kata dia akan terbuka, sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera ekonominya.
"Kalau mau maju harus bisa berteman dengan semua golongan (Cina) , harus juga saling menghargai, saling mendukung, kalau tidak tertutup banyak," jelasnya.
Baca Juga : Data BPS Jumlah Penduduk Miskin di Sulsel Alami Penurunan Signifikan
Bahkan kata Iksan, pemerintah daerah sangat legowo jika ada orang asing yang berdagang. Hal itu dinilai sangat efektif untuk mendongkrak perekonomian warga. "Kita mau melakukan tapi masyarakat tidak mau," pungkasnya.
Diketahui Jeneponto berada di urutan kedua daerah termiskin di Sulsel. Persentase penduduk miskin di Jeneponto mencapai 13,73 persen pada 2022 lalulalu berdasarkan data dari BPS Sulsel.
Adapun jumlah penduduk miskin di Jeneponto yakni 50,59 ribu jiwa. Daerah ini memiliki luas 749,79 km² yang meliputi 11 kecamatan. Daerah bagian selatan Jeneponto memiliki perairan Laut (Flores) dengan panjang pantai berkisar 114 Km.
Baca Juga : Inflasi Sulsel Terkendali di Bawah Nasional
Meski Jeneponto sendiri memiliki sejumlah potensi daerah, mulai tambak garam hingga sejumlah destinasi wisata. Hanya saja tidak terkelola karena tidak adanya investor yang melirik wilayah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News