Petani dan Buruh Tertinggi Penularan TBC di Indonesia, Ini Sebabnya

Ilustrasi/Int

Pegawai BUMN dan atau BUMD di peringkat keempat dengan total temuan penderita TBC sebanyak 37.235 orang.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA- Penularan Tuberkulosis atau TBC di Indonesia paling tinggi ditularkan ke kelompok pekerja buruh dan petani. Hal itu berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tahun 2022.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi menyebut sebanyak 54.800 buruh dan 51.900 orang petani mengalami TBC.

"Jadi di peringkat pertama itu ada buruh. Model pekerjaan apa saja, pokoknya yang masuk kategori buruh. Sementara peringkat dua itu petani," kata Imran dikutip CNNIndonesia, Sabtu (25/3/2023).

Baca Juga : Munafri Ajak Pejabat Baru Turunkan Angka Stunting, TBC dan Pengangguran

Dokter spesialis paru yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Sutanto mengungkapkan alasan kenapa pekerja atau buruh rentan terkena TBC. Beberapa di antaranya yaitu paparan bakteri di tempat kerja hingga lingkungan kerja yang tidak sehat.

"Beberapa pajanan [paparan] bahan di tempat kerja itu menyebabkan kondisi dan daya tahan tubuh di paru-paru menurun," kata dia.

Profesi yang paling banyak terkena TBC pada urutan ketiga adalah wiraswasta sebanyak 44.299 orang. Dilanjutkan dengan pegawai BUMN dan atau BUMD di peringkat keempat dengan total temuan penderita TBC sebanyak 37.235 orang.

Baca Juga : Audiensi PPTI–Wagub Sulsel, Perkuat Gerakan Lawan TBC

Sementara itu, PNS berada di peringkat lima sebanyak 4.778 orang. Kasus TBC di Indonesia kebanyakan dialami oleh masyarakat di usia produktif. Utamanya, mereka yang berusia 45-54 tahun.

TBC sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski umumnya menyerang paru-paru, namun TBC juga bisa menyerang semua organ tubuh.

Orang dengan imunitas buruk sangat berisiko terkena TBC. Misalnya saja mereka yang memiliki HIV/AIDS, diabetes, gangguan gizi, gagal ginjal, hingga perokok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru