Marak Isteri Pejabat Pamer Harta, Jusuf Kalla Ingatkan Agar Lebih Peka
Tajamnya sorotan masyarakat atas aksi pamer harta keluarga pejabat itu disebabkan karena kesenjangan sosial yang menganga.
PORTALMEDIA.ID, YOGYAKARTA - Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK), ikut menyoroti fenomena pamer harta isteri pejabat di media sosial. Menurutnya, aksi pamer harta di saat banyak rakyat yang sedang kesusahan itu tidak elok, sehingga tidak heran jika banyak yang marah.
"Ada istri yang pamer tas mewah, ada anak pejabat yang mengendarai mobil atau motor mahal. Para pejabat yang pamer harta itu kini dengan cepat jadi musuh masyarakat. Ini merupakan perubahan yang sangat berbahaya di masyarakat," kata JK, saat menjadi penceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, baru-baru ini.
Menurut JK, tajamnya sorotan masyarakat atas aksi pamer harta keluarga pejabat itu disebabkan karena kesenjangan sosial yang menganga. Kepincangan sosial ekonomi ini yang membuat jarak si kaya dan si miskin begitu kentara, sehingga sangat mudah memicu kecemburuan sosial.
Baca Juga : Dituduh Nistakan Ajaran Kristen, Pihak JK Buka Suara: Jangan Salah Pahami Fakta Sejarah
"Sekarang ini 5 persen orang Indonesia menguasai 60 persen kekayaan penduduk. Jadi kalau ada pejabat atau keluarganya pergi ke luar negeri lalu foto-foto, walaupun dia perginya naik pesawat kelas ekonomi yang murah, tetap saja dia akan menjadi musuh bersama masyarakat," kata JK.
JK berpesan kepada para pejabat agar peka dengan kondisi sosial saat ini. "Haruslah kita sadari situasi ini. Kita jaga itu semua dan lihat kondisi masyarakat yang sangat peka seperti sekarang," bebernya.
Ia juga tidak menyalahkan rakyat yang marah lihat aksi flexing istri pejabat. Karena fasiltas yang didapat pejabat berasal dari uang rakyat yang ditarik negara lewat pajak.
Baca Juga : Jelang Ramadhan, DMI Bantu Masjid dan Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara
Kondisinya pun akan berbeda jika yang memamerkan harta adalah kalangan pengusaha atau profesional yang duitnya buka berasal dari negara. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News