Sekjen Gerindra Temui Khofifah Diam-diam, Akui ada Pembicaraan Cawapres "Sedikit"
Sekjen Gerindra menyebut telah melakukan pertemuan secara tertutup dengan Gubernur Jawa Tengah Khofifah Indar Parawansa, belum lama ini.
PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa memang dirinya sempat melakukan pertemuan secara tertutup dengan Gubernur Jawa Tengah Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, pada Senin 3 April 2023 lalu.
Ia mengaku dalam pertemuan itu hanya untuk menyambung salam dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada Khofifah.
Ia mengatakan, memang sebelumnya Prabowo kerap kali bertemu dengan Khofifah.
Baca Juga : Kunjungi Dua Gereja di Malam Natal, Fadel Ajak Masyarakat Bangun Semangat Solidaritas Antarumat Beragama
Menurutnya, pertemuannya dengan Khofifah merupakan hal yang biasa saja.
"Menyampaikan salam Pak Prabowo menyampaikan titipan salam beliau kepada bu Khofifah dan menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan persoalan di Jatim tentang perkembangan ekonomi, tentang perkembangan pembangunan, dan bu Khofifah menjelaskan banyak hal tentang pembangunan, ekonomi yang berkembang di Jatim," ungkapnya.
Muzani menyampaikan, jika Jawa Timur adalah salah satu jangkar perekonomian di Indonesia, sehingga dianggap sebagai hal yang penting.
Baca Juga : Sanksi Politik! Gerindra Copot Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang Nekat Umrah di Tengah Bencana
"Karena itu pak Prabowo agak hirau terhadap persoalan itu. Karena itu saya diminta untuk menanyakan hal itu," tuturnya.
Saat disinggung apakah dalam pertemuan tersebut turut dibahas soal ajakan untuk menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo, Muzani tak menampik.
"Ya ada dibicarakan, tapi sedikit," katanya.
Baca Juga : Prabowo Ajak Kader Gerindra Jadikan Kekuasaan Sebagai Alat Perjuangan Bangsa
Kemudian saat ditanya soal apakah Khofifah masuk bursa cawapres Prabowo, Muzani hanya menjawab secara diplomatis.
"Banyak tokoh banyak orang yang cukup layak untuk bisa mendampingi pak Prabowo, tapi sekali lagi yang paling penting adalah parpol yang mengusungnya, karena uu-nya mengatakan bahwa presiden dan wapres diusung oleh parpol atau gabungan parpol," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News