Lorong Wisata Kasima Makassar, Dongkrak Ekonomi Pelaku UMKM
Poduk cemilan kelopak mayang mampu menghasilkan omset sebanyak 20 juta perminggu.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar terus mengembangkan potensi Lorong Wisata (Longwis). Salah satunya, Lorong Wisata yang terletak di Jalan Datok Tamarang, Kelurahan Barombong Kecematan Tamalate, Kota Makassar.
Lorong Wisata ini diberi nama Kasima dan Longwis ini sendiri terkenal dengan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) bidang makanan khususnya kue-kue tradisional dan cemilan yang mampu menopang ekonomi beberapa warga.
Beberapa UMKM yang diberdayakan di Longwis Kasima yang kini tubuh positif. Salah satunya prodak cemilan yang dikelolah oleh Kelompok Kelopak Mayang yang beranggotakan 9 orang perempuan.
Baca Juga : Pameran “The Taste and Craft of Makassar” Jadi Momentum Diplomasi Budaya di Kancah Dunia
Produk yang dihasilkann ada 4 ragam cemilan, Kacang disko, Biji-biji, Kripik Jintan, dan yang paling banyak diminati pastel mini yang masih menjadi favorit pembeli.
Pemilik rumah produksi cemilan kelopak mayang, Syahrial megatakan untuk produksi cemilan sendiri dilakukan setiap seminggu sekali, ibu-ibu yang tergabung dalam kelopak mayang akan berkumpul dan bersama membuat produk cemilan secara manual.
“Untuk cemilannya tiap hari, kalau pada saat lebaran ganti kemasan, di hari biasa bentuk bungkusan, orang juga tidak beli banyak-banyak, pasarannya diluar sulsel juga ada,” ujar Syahrial.
Baca Juga : Kenalkan Wastra dan Kuliner Lokal, Dekranasda Makassar Sambut Delegasi IGS 2026
Uniknya, produksi cemilan ini semua dilakukan secara manual dan sekali produksi mampu menghasilkan 60 bungkus cemilan dan harganya juga masih terbilang terjangkau.
“Sekali produksi bisa sampai 6 kilogram bahan, hasilnya bisa 60 bungkus cemilan, untuk kisaran harga pada kemasan toples dijual seharga Rp70 ribu, sedang yang kemasan bungkus Rp25 ribu, habis biasanya dijual tidak pernah tertinggal,” ungkap Syahrial.
Setiap anggota punya peran masing-masing dalam proses pembuatan cemilan. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan cita rasa dari cemilan hingga ke detail ukuran setiap cemilan pun harus sama.
Baca Juga : Buka Akses Internasional, Forum B2B IGS 2026 Pertemukan Pelaku Usaha Makassar dengan 13 Negara
“Pembuatannya masih manual jadi tidak bisa produksi banyak, dan susah mendapatkan ukuran yang sama, rasa yang sama jadi ada bagian kuality control bahkan ada khusus menggoreng karena kapan ganti rasa dan hasilnya akan berbeda,” ujar Syahrial
Dengan modal awal 10 juta, hingga saat ini produk cemilan kelopak mayang mampu menghasilkan omset sebanyak 20 juta perminggu.
“Kalau menuju lebaran begini bisa sampai 20 juta, kalau hari biasa adalah 3-4 juta perminggu, kita punya keinginan sampai 100 juta omsetnya, cuman kita tidak mau terburu-buru karena produksinya manual dan masih takut untuk produksi banyak jagan sampai habis,” ujar Syahrial.
Baca Juga : Jadi Ajang Belajar Strategi Bisnis, Pemkot Makassar Siap Dukung Muslim Life Fair Digelar Rutin
Anggota yang tergabung dalam Kelopak Mayang, selain mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan juga berinisisasi untuk buat sistem simpan pinjam atau tabungan.
“Ada 3 keuntungan didapatkan anggota kelopak mayang, pertama simpanan, kedua hasil penjualan kue, dan bonus yang didapatkan dari persentase kehadiran dan penjualan,” pungkas Syahrial.
Pemerintah kota sebelumnya membantu produk UMKM kelopak mayang untuk melakukan pameran secara gratis dibeberapa lokasi seperti mall dan bazar-bazar UMKM dengan tujuan produk tersebut dapat dikenal dengan meluas.
Baca Juga : Raih Kinerja Terbaik Nasional, Munafri Arifuddin: Ini Buah Kolaborasi Seluruh Elemen
Selain itu, dengan adanya Longwis yang dibentuk Pemerintah Kota Makassar juga sangat membantu dalam keberlanjutan usaha dan mampu membantu perekonomian warga sekitar.
Sementara itu, Dewan Lorong Wisata Kasima, Hasan Dg Tayang mengatakan selain fokus pada produk UMKM di Lorwis tersebut juga memulai penanaman beberapa bahan makanan, seperti menanam bawang, paria, cabai dan banyak lagi.
“Karena ada program 1 juta polibag dari Pemkot, ada lahan untuk khusus menanam dan bibitnya dari Dinas Pertanian, nanti hasil panen dijual dan hasil penjualannya akan dibagi ke warga,” ujar Tayang sapaan akrabnya.
Tayang menambahkan, dengan adanya Longwis ini juga mampu mengembalikan kepedulian dan kekompakan warga sekitar artinya saling bahu membahu dalam meningkatkan produksi UMKM dan mampu menopang perekonomian warga.
“Bagus, semenjak ada Longwis, kami disini semakin kompak dan biasanya kalau panen kita sama-sama semua panen dan dijual juga,” tambah Tayang.
Kedepannya baik Syahrial dan Tayang berharap UMKM yang ada di Lorwis ini mampu berkembang lebih pesat dan dikenal lebih luas. Selain itu, mampu memberikan perkembangan ekonomi warga yang terlibat lebih baik lagi kedepannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News