Ikut Soroti Transaksi Janggal 349 T, LSI: Masyarakat Lebih Percaya Mahfud MD Ketimbang DPR

Menkopolhukam, Mahfud MD. Foto: ist

LSI merilis hasil survei terkait transaksi janggal Rp 349 T di Kemenkeu, hasilnya lebih banyak masyarakat yang percaya pada Mahfud MD ketimbang DPR.

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) turut menyoroti isu aliran dana tidak wajar sebesar Rp 349 triliun yang merupakan laporan PPATK untuk Kemenkeu.

Hasilnya, ternyata lebih banyak masyarakat yang percaya dengan Menkopolhukam Mahfud MD daripada DPR. 

"Dari yang mengikuti berita tersebut mayoritas 63,3% lebih percaya dengan keterangan Mahfud MD," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam paparan virtual, dikutip dari kumparan, Minggu (9/4/2023).

Baca Juga : Mahfud MD Soroti Campur Tangan Politik dalam Reformasi Pelayanan Polri

"Dan, hanya 3,3% yang percaya DPR," lanjut Djayadi. 

Ia menambahkan, ternyata juga banyak masyarakat yang tidak mengetahui ada isu transaksi mencurigakan yang bikin ribut DPR dan pemerintah (Kemenko Polhukam).

"35,5% tahu kasus aliran dana tidak wajar di di Kementerian Keuangan, 64,5% tidak tahu," kata 

Baca Juga : Serap Aspirasi di Makassar, Komisi Reformasi Polri Catat Keluhan soal Pemerasan hingga Politik

Survei itu bertajuk 'Kepercayaan Publik Terhadap Lembaga Penegak Hukum, Isu Piala Dunia U-20, Aliran Dana Tak Wajar di Kemenkeu, Dugaan Korupsi BTS dan Peta Politik Terkini'. 

Selain itu, LSI mengungkap mayoritas atau 58,5% dari yang tahu kasus ini tidak setuju dengan pernyataan anggota DPR bahwa seharusnya informasi aliran dana tidak wajar Rp 300 T tidak disampaikan ke publik oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Sedangkan yang setuju sekitar 26,8%.

"Dari yang tahu kasus aliran dana tidak wajar, sekitar 43,9% mengikuti berita tentang rapat Mahfud MD dengan Komisi III DPR," ucap Djayadi.

Baca Juga : Mahfud MD Setuju Masuk Komite Reformasi Kepolisian

Survei LSI dilakukan pada 31 Maret sampai 4 April 2024. Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1.229 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. Margin of error survei diperkirakan ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.

Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru