Jalan Nasional Maros-Bone Akan Pakai Sistem Buka Tutup saat Mudik Lebaran

Penulis : Nurfitri
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel Muhammad Arafah/Int

Jumlah pemudik tahun ini diprediksi meningkat signifikan sebesar 46 persen

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menerapkan sistem buka tutup jalan untuk jalur Maros-Bone yang menjadi favorite jalur mudik lebaran. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel Muhammad Arafah mengatakan pada jalur tersebut, khususnya di daerah Camba, saat ini sedang ada pengerjaan jalan. Hal ini kerap menimbulkan kemacetan parah di area tersebut.

Belum lagi, jumlah pemudik tahun ini diprediksi meningkat signifikan sebesar 46 persen dan pemerintah akan memberlakukan sistem buka tutup di jalur tersebut.

Baca Juga : Aturan Baru Pengurusan SIM Wajib Sertakan BPJS Kesehatan

"Yang menjadi problem adalah yang jalan poros Camba. Jadi dalam waktu dekat ada pos terpadu. Kemudian, ada buka tutup untuk memudahkan evakuasi kalau terjadi kemacetan di poros itu," katanya, Senin, (10/04/2023)

Jalur Camba menghubungkan Kabupaten Maros dengan Kabupaten Bone. Jalur ini kerap mengalami kemacetan panjang saat musim mudik tiba.

Jalur alternatif kemungkinan menjadi pilihan. Hanya saja, jalurnya cukup jauh dibandingkan melalui jalur Camba. Belum lagi, jalur alternatif seperti Buludua juga masih perlu diperbaiki.

Baca Juga : Operasi Zebra 2024 di Sulsel Pelanggaran Melonjak, Kecelakaan Berkurang

"Ada (jalur alternatif) tapi masih agak panjang sehingga alternatif ke sananya itu kecil sekali," kata Arafah.

Kasubbid Kamsel Ditlantas Polda Sulsel, AKBP Dewiana, mengatakan sistem buka tutup jalur akan disesuaikan dengan waktu-waktu dimana jalur tersebut ramai dilalui pemudik. Di waktu pemudik sepi, jalur tersebut akan ditutup untuk melanjutkan pengerjaan jalan.

Namun pada H-10 hingga H+10, jalur tersebut akan dibuka secara penuh untuk pemudik. Dengan demikian, pengerjaan jalan dihentikan sementara.

Baca Juga : Gelar Operasi Zebra, Ditlantas Polda Cari Pelanggar Lalu Lintas

"Kami melihat perkembangan di lapangan nanti. Kalaupun memang harus ada perubahan pasti nanti ada sosialisasi lebih lanjut," kata Dewiana.

Meski pengerjaan jalan dihentikan saat H-10, namun kemacetan belum bisa dipastikan akan berkurang 100 persen. Hanya saja, penerapan sistem buka tutup itu menjadi salah satu upaya menekan kemacetan.

"Karena kan tanpa ada pekerjaan proyek itu saja, Maros-Bone itu sudah macet," katanya.

Baca Juga : Periode Januari-Februari, Hampir 2 Juta Pelanggar Terekam ETLE

Dia pun mendukung perbaikan dan pelebaran jalan di jalur tersebut. Jika jalan semakin lebar maka diharapkan akan mengurangi kemacetan.

"Itu akan dilebarkan lagi. Otomatis kan nanti kalau ini sudah selesai proyeknya, masyarakat juga yang akan menikmati. Akan lebih leluasa untuk melewati akses tersebut," kata Dewiana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru