Buntut Mahasiswi Tewas saat Dikader, Birokrasi FKM UMI Bakal Bekukan Organisasi Senat
Pembekuan organisasi ini lantaran pihak birokrasi FKM UMI tak ingin ambil resiko.
PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR- Pihak birokrasi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bakal memberikan sanksi berat terhadap senat yang melakukan kegiatan pengkaderan hingga berujung tewasnya salah satu mahasiswi.
Senat FKM UMI pun bakal membekukan oleh pihak birokrasi atas insiden tersebut. Pembekuan organisasi ini lantaran pihak birokrasi FKM UMI tak ingin ambil resiko.
"Sanksi untuk panitia. Kita lihat dulu hasil investigasinya apa, tapi pihak kampus itu pasti akan membekukan ini kelembagaan. Kalau pun sesuai SOP juga kami tetap akan membekukan kegiatannya ini, kita tidak mau mengambil resiko lagi," jelas Wakil Dekan III FKM UMI, Multazam kepada wartawan, pada Senin (25/7/2022).
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Pimpinan UMI Bahas Kolaborasi Pendidikan
Kata Multazam, pihaknya juga masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. Kasus ini menjadi atensi pihak birokrasi FKM UMI.
"Pastinya dalam peristiwa ini kami dari pihak kampus tetap mendampingi terus, sembari kita tunggu hasil pemeriksaan visum dari kepolisian," ungkapnya.
Multazam mengakui bahwa sebelum mengadakan kegiatan pengkaderan itu, pihak panitia pelaksana telah memberikan pernyataan tertulis.
Baca Juga : Dua Kelompok Mahasiswa di UMI Bentrok, Dipicu Saling Ejek
"Kalau terhadap oknum mahasiswa ada yang terbukti, yah akan di proses hukum pasti. Karna ini kegiatan bukan lagi di dalam kampus tapi di luar kampus, mereka sudah memberikan pernyataan hitam diatas putih sebelum melakukan kegiatan ini," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dikabarkan meregang nyawa saat mengikuti kegiatan pengkaderan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Sejumlah panitia pelaksana pun diperiksa polisi.
Mahasiswi nahas bernama Zhafirah Azis Syah Alam (20). Sebagaimana diketahui, korban mengikuti kegiatan pengkaderan itu yang digelar di kawasan Embun Pagi, Lingkungan Butta Toa, Kelurahan Buluttana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Baca Juga : Kembalikan Kerugian Yayasan UMI, Status Tersangka Prof Sufirman Dicabut
Kapolsek Tinggimoncong, AKP Jumadi membenarkan perihal kejadian itu. Kata dia, informasi tewasnya korban diketahui pada sekira pukul 04:00 Wita pagi tadi. Minggu (24/7/2022).
"Sementara kita periksa semua (saksi). Kita periksa panitianya dan teman-temannya. Cuman baru tiga yang datang, yang lain belum datang. Mahasiswa semua yang kita periksa," kata Jumadi kepada wartawan.
Pihak kepolisian belum bisa mengambil kesimpulan penyebab kematian Zhafirah sebab jenazahnya masih dalam proses visum dan autopsi di ruang forensik Biddokkes Polda Sulsel.
Baca Juga : Kejati Kembalikan SPDP Mantan Rektor UMI ke Polda
"Jadi dugaan awal mungkin karena kecapean. Saya kurang tau kalau itu (ada luka lebam), tapi kalau ada kita pasti usut. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News