Insiden Tewasnya Maba saat Pengaderan, BEM FKM UMI akan Dibekukan
Pasca tewasnya salah satu maba saat menjalani pengaderan yang digelar oleh BEM FKM UMI, pihak birokrasi kampus mengambil langkah membekukan lembaga ini.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Tak ingin mengambil risiko, pihak birokrasi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memutuskan membekukan penyelenggara pengaderan mahasiswa baru (maba), dan meniadakan kegiatan pengaderan.
Keputusan ini diambil pasca insiden tewasnya salah satu maba UMI, yang bernama Zhafirah Azis Syah Alam (20). pada Minggu (24/7/2022) kemarin, saat tengah menjalani pengaderan maba yang digelar oleh BEM FKM UMI,
"Akan ada sanksi untuk panitia, namun kita lihat dulu hasil investigasinya apa, tapi pihak kampus itu pasti akan membekukan ini kelembagaan. Kalau pun sesuai SOP juga kami tetap akan membekukan kegiatannya ini, kita tidak mau mengambil resiko lagi," kata Wakil Dekan III FKM UMI, Multazam kepada wartawan, pada Senin (25/7/2022).
Baca Juga : Munafri Arifuddin dan Pimpinan UMI Bahas Kolaborasi Pendidikan
Kata Multazam, pihaknya juga masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. Kasus ini menjadi atensi pihak birokrasi FKM UMI.
"Pastinya dalam peristiwa ini kami dari pihak kampus tetap mendampingi terus, sembari kita tunggu hasil pemeriksaan visum dan autopsi dari kepolisian dan RS," ungkapnya.
Multazam mengatakan, bahwa sebelum mengadakan kegiatan pengaderan itu, pihak panitia pelaksana telah memberikan pernyataan tertulis.
Baca Juga : Dua Kelompok Mahasiswa di UMI Bentrok, Dipicu Saling Ejek
"Kalau terhadap oknum mahasiswa ada yang terbukti, yah akan diproses hukum pasti. Karena ini kegiatan bukan lagi di dalam kampus tapi di luar kampus, mereka sudah memberikan pernyataan hitam di atas putih sebelum melakukan kegiatan ini," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Mahasiswi FKM UMI Makassar dikabarkan meregang nyawa saat mengikuti kegiatan pengkaderan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Mahasiswi baru yang tewas tersebut diketahui bernama Zhafirah Azis Syah Alam (20). Diketahui, korban mengikuti kegiatan pengaderan yang digelar di kawasan Embun Pagi, Lingkungan Butta Toa, Kelurahan Buluttana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Baca Juga : Kembalikan Kerugian Yayasan UMI, Status Tersangka Prof Sufirman Dicabut
Akibat peristiwa nahas ini pihak keluarga melakukan autopsi terhadap korban, dan sejumlah panitia telah diperiksa oleh pihak kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News