7 Guru Besar Bersaing Rebut Kursi Rektor UIN Alauddin Makassar
Nama- nama yang lolos nantinya kata Kamaluddin, akan memaparkan visi dan misi di depan senat.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sebanyak tujuh guru besar resmi mendaftar sebagai bakal calon Rektor UIN Alauddin Makassar periode 2023-2027, hingga batas akhir pendaftaran yang ditutup pada Kamis, (14/4/2023).
Pada detik-detik akhir pendaftaran ada Prof Mustari Mustafa dan Prof Wahyuddin Naro menjadi peserta yang ikut ikut bersaing jadi bakal calon Rektor akan diikuti tujuh guru besar lainnya.
Sebelumnya Prof Muhammad Amri dan Prof Siti Aisyah Kara mengembalikan berkas pendaftaran terlebih dahulu pada Senin 10 April lalu.
Dua hari berselang pada Rabu 13 April, ada tiga guru besar yang mengembalikan berkas pendaftaran yakni Prof Hamdan Juhannis, Prof Muhammad Khalifah Mustami, dan Prof Abustani Ilyas.
Ketua Panitia Penjaringan Calon Rektor, Kamaluddin Abunawas menyampaikan, setelah tahapan pendaftaran, panitia akan melakukan verifikasi berkas. Setelah itu dilakukan penetapan dan pengumuman yang lolos tahap penjaringan pada 19 April 2023 mendatang.
"Nama-nama yang lolos akan kita serahkan ke Rektor. Nanti Rektor yang akan serahkan ke Senat," ujar Kamaluddin, Kamis (13/4/2023).
Baca Juga : Urusan Haji dan Umrah Tak Lagi di Kementerian Agama
Nama- nama yang lolos nantinya kata Kamaluddin, akan memaparkan visi dan misi di depan senat. Selanjutnya akan dilakukan penilaian kualitatif yang akan dikirim ke Jakarta.
"Seleksi selanjutnya di Kementerian Agama. Mereka ada tim seleksi. Calon rektor akan memaparkan visi misi juga di sana, selain di sini," pungkasnya.
Salah satu bakal calon rektor, Prof Mustari Mustafa berharap kepemimpinan UIN Alauddin Makassar pada periode yang akan datang bisa dimulai dari proses seleksi calon rektor yang baik dan demokratis.
Baca Juga : Menag Minta Sindikat Uang Palsu di UIN Makassar Dihukum Berat
Prof Mustari mengatakan ia maju bakal calon rektor karena dilatarbelakangi pengalamannya selama ini. Selain itu ada dorongan dan ajakan akademisi UIN Alauddin.
"Karena ada kepercayaan teman-teman dan saya juga mengintrospeksi pengalaman saya, terutama empat tahun saya menjadi pejabat atase pendidikan, menginspirasi saya untuk mencalonkan diri," pungkas Mustari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News