Jelang Lebaran, Dinas Ketahanan Pangan Jamin Stok Sejumlah Komoditi di Sulsel Melimpah

Penulis : Gita Oktaviola
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKPn) Sulsel Kemal Redindo Syahrul Putra (Portal Media/Gita)

Harga juga dijamin masih ikut terkendali.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR — Jelang lebaran, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKPn) Sulsel Kemal Redindo Syahrul Putra membeberkan ketersediaan komoditi pokok yang menunjukkan surplus produksi pada April 2023.

Katanya, untuk saat ini cabai rawit diperkiraan ketersediaannya mencapai 2,773 ton. Angka tersebut disebutnya masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sebesar 1,883 ton, sehingga ada kelebihan 850 ton.

"Lalu, cabai besar ketersediaan 1,819 ton, kebutuhan 974 ton, surplus 854 ton, Daging sapi tersedia 6,599 ton, kebutuhan 1,286 ton, surplus 5,273 ton," ucapnya, Kamis (13/04).

Baca Juga : Strategi Pangan Presiden Prabowo: Mentan Amran Pastikan Stok Bahan Pokok Surplus hingga Idul Fitri

Tak hanya itu, daging ayam juga mencapai 56,259 ton, kebutuhan 11,576 ton, surplus 44,683 ton. Telur Ayam 119,964 ton, kebutuhan 10,723 ton, masih ada surplus 109,241 ton. Apalagi, beras yang memasuki panen raya, produksi meningkat. Harga juga ikut terkendali.

"Dari data itu, kami menjamin stok bahan pokok di Sulsel melimpah jelang lebaran Idul Fitri," jelasnya.

Produksi tinggi ini, ikut berdampak pada stabilisasi harga yang mulai turun di pasar tradisional, meski tidak turun signifikan. Ketersediaan terjaga hingga akhir Ramadan.

Baca Juga : DKP Makassar Gelar FGD Bahas Strategi Peningkatan Ketahanan Pangan

“Fluktuasi menjelang idul fitri pasti ada. Tapi kemarin cenderung turun harga, saya kira hadapi diman yang tinggi pasti ada dampak kenaikan,” bebernya.

Lebih lanjut, Kemal Redindo mengatakan saat beberapa kebutuhan tinggi permintaan di masyarakat, seperti daging ayam, sapi dan telur.

“Jadi tinggi permintaan tapi ketersediaan tidak kurang itu paling penting. Yang tinggi permintaan daging ayam, sapi kerjasama pt buls, komunikatif pengusaha telur. Tapi sekali lagi harga perhari ini turun semua,” ujarnya.

Baca Juga : Modus Bagi-bagi Uang Jelang Lebaran, Buruh di Makassar Cabuli Bocah 5 Tahun

Menurutnya, salah satu alasan harga turun, bisa karena produksi yang tinggi otomatis harga pun akan turun.

“Saya kira hukum pasar ketika terjadi produksi tinggi otomatis harga ikut turun dari situ kita bisa lihat ketersedian produksi di Sulsel itu cukup tinggi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru