Demi PPP, Aldy Rafzanjani Rela Tinggalkan Golkar Makassar
Bergabungnya Aldy ke PPP juga bukan tanpa alasan. Menurut mantan Wakil Sekretaris DPD II Golkar Makassar ini, ia mendapat ruang yang sangat besar di PPP.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar semakin dilirik politikus andal. Sejumlah kader dari partai berbeda terus memperkuat struktur demi penuhi target kursi di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
Setelah Arfa Yusuf hengkang dari Nasdem Makassar, Kini bakal calon legislatif (Bacaleg) asal Golkar Makassar, Aldy Rafzanjani Tamrin juga bergabung di partai berlambang Kakbah.
Pindahnya Aldy Rafzanjani ditandai dengan pemakaian jaket PPP oleh Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan Amir didampingi Sekretaris DPC PPP Makassar Rachmat Taqwa Quraisy di Kantor DPW PPP Sulsel, Jl Sultan Alauddin, Rabu (3/5/2023).
Baca Juga : Jika Musda Diulur, Golkar Sulsel Terancam Tak Solid di Pemilu 2029
Bergabungnya Aldy ke PPP juga bukan tanpa alasan. Menurut mantan Wakil Sekretaris DPD II Golkar Makassar ini, ia mendapat ruang yang sangat besar di PPP.
"PPP memberikan sebuah ruang yang sangat besar terhadap anak muda, terkhusus saya pribadi bagaimana menyuarakan suara dan niatan anak muda dalam dunia perpolitikan," ujarnya.
Ketua KNPI Kecamatan Biringkanaya ini berharap kehadirannya bisa membantu Partai berlambang Kakbah memenuhi target pimpinan di DPRD Kota Makassar.
Baca Juga : Muhidin Titip Golkar Sulsel ke Rahman Pina
Apalagi, kata Aldy, dirinya bakal maju dan siap bertarung di Pileg 2024 mendatang di daerah pemilihan (Dapil) 3 Makassar, meliputi Kecamatan Tamalanrea-Biringkanaya.
"Rencana di Pemilu 2024 akan maju di Dapil 3 Makassar. Kesiapan saya itu dari 2019 sudah ingin menunaikan niat untuk maju, tapi 2024 ini lebih mematangkan proses," ungkapnya.
Sementara dengan bergabungnya Aldy Rafzanjani sebagai kader PPP, Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan mengaku optimis bisa menambah amunisi kekuatan di partainya.
Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel
Selain itu, kata Imam, kekuatan Bacaleg dari kalangan anak muda memang tidak menjadi batasan untuk menyalurkan niat bertarung di pesta perpolitikan 2024 mendatang.
"Sebenarnya kita tidak membatasi kuota anak muda harus sekian persen, tapi potensi bagaimana bisa menang dalam memenangkan pertarungan pileg nanti," cetus Legislator PPP Sulsel ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News