Kredit Perbankan Terkoreksi Positif oleh Investasi yang Kian Melejit
Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 11,40 persen yoy.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kredit perbankan melejit 9,93% pada Maret 2023 sebesar Rp6445,5 triliun.
Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh sebesar 11,40 persen yoy.
Sementara kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 9,52 persen dan 9,20 persen.
Baca Juga : Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor, Perbankan Dorong UMKM Manfaatkan AI
Menurut Kepala Departeman Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi Aman Sentosa, secara bulanan atau mtm, kredit perbankan naik 1,10 persen atau naik Rp70,14 triliun.
"Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2023 juga tercatat melandai dengan tumbuh 7 persen yoy (Februari 2023: 8,18 persen) menjadi Rp8.005,6 triliun, utamanya didorong penurunan pada giro," ucapnya melalui siaran pers yang dikirim pada Jumat (5/5).
Tak hanya itu, Likuiditas industri perbankan pada Maret 2023 dalam level yang memadai dengan rasio-rasio likuditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 128,87 persen (Februari 2023:129,58 persen) dan 28,91 persen (Februari 2023: 29,09 persen), jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.
Baca Juga : Modus Asmara Palsu Makan Korban, OJK Ungkap Kerugian Love Scam Rp49,19 Miliar
Risiko kredit melanjutkan penurunan dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,72 persen (Februari 2023: 0,75 persen) dan NPL gross: 2,49 persen (Februari 2023: 2,58 persen).
Di sisi lain, kredit restrukturisasi Covid-19 kembali mencatatkan penurunan sebesar Rp22,28 triliun menjadi Rp405,42 triliun (Februari 2023: Rp427,7 triliun) dengan jumlah nasabah juga menurun menjadi 1,83 juta nasabah (Februari 2023:1,93 juta nasabah). Risiko pasar juga menurun ditinjau dari Posisi Devisa Neto (PDN) tercatat sebesar 1,44 persen (Februari 2023: 1,47 persen), jauh di bawah threshold 20 persen.
Di sisi profitabilitas, secara umum peningkatan laba bank triwulan I 2023 ini masih sejalan dengan proyeksi Rencana Bisnis Bank 2023 yang terutama didorong oleh pertumbuhan kredit dan fee based income serta perbaikan kinerja surat berharga.
Baca Juga : Perbankan Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat Desa Wisata
Selain itu, pertumbuhan ini juga seiring dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomiI ndonesia yang mencapai sekitar 5 persen.
Sementara, permodalan perbankan masih di level yang solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) industri Perbankan 24,69 persen (Februari 2023: 25,95 persen).
Untuk itu, Aman menyampaikan, jika OJK akan terus mendukung perbankan melalui langkah kebijakan yang diperlukan sehingga perbankan terus bertumbuh berkelanjutan namun tetap prudent dalam
Baca Juga : OJK Siapkan Jurus Dorong Pertumbuhan Kredit di Tahun 2026
aspek manajemen risikonya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News