Penyaluran Kredit BCA Kanwil Makassar Melejit 13% Senilai Rp20,8 T
Hingga dengan Maret 2023, BCA Kanwil IV Makassar telah menyalurkan kredit sebesar Rp 20,8 trilliun atau tumbuh sebesar 13% secara year on year (YoY).
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - PT Bank Central Asia Tbk terus menggenjot penyaluran pembiayaan hingga kuartal I-2023. Kini, total pertumbuhan kredit BCA mencapai 12,0% secara year on year (YoY).
Dari peningkatan tersebut, dapat diakumulasi secara keseluruhan peningkatan kredit BCA sebesar Rp713,8 triliun di kuartal I-2023 secara nasional.
Termasuk PT Bank Central Asia (BCA) Kantor Wilayah IV Makassar. Kuartal I berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif, baik dari penyaluran kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan kualitas kredit yang disalurkan.
Baca Juga : Penyaluran Kredit Baru Meningkat di Triwulan II 2025
Kepala Kantor BCA Wilayah IV Makassar Tan Widy Tarmizi menyebutkan hingga dengan Maret 2023, BCA Kanwil IV Makassar telah menyalurkan kredit sebesar Rp 20,8 trilliun atau tumbuh sebesar 13% secara year on year (YoY).
"Kredit produktif masih mendominasi dari total portofolio pinjaman, jika dipersentasekan, memberikan kontribusi sebesar 64% dari total kredit yang disalurkan sepanjang kuartal I tahun 2023," tandas Widy.
Ia mengatakan pertumbuhan kredit yang positif tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit, hal ini tergambar dengan kondisi NPL BCA Kanwil IV Makassar yang tetap terjaga dengan baik di angka 1.54% per Maret 2023.
Baca Juga : Hingga Februari, Penyaluran Kredit Tumbuh 10,30%
"Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), BCA Kanwil IV Makassar berhasil mencatatkan pertumbuhan DPK yang positif secara year on year (YoY) di kuartal I tahun 2023, dimana DPK tumbuh sebesar 20%," Ujar Widy.
Widy menuturkan, total DPK yang berhasil dihimpun sampai dengan Maret 2023 sebesar Rp 43,8 trilliun dan 85% dikontribusi oleh dana murah.
"Untuk penghimpunan dana murah (Current Account Saving Account / CASA) sendiri tercatat sebesar Rp 37 trilliun atau tumbuh sebesar 25% secara year on year di Q1 tahun 2023," tutup Widy.
Baca Juga : Presiden Komisaris BCA Mengundurkan Diri
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kredit korporasi naik 11,7% YoY mencapai Rp 320,5 triliun di Maret 2023, dan masih menjadi kontributor utama bagi total kredit BCA. Seiring dengan peningkatan aktivitas bisnis, kredit komersial dan UKM meningkat 11,8% YoY mencapai Rp 211,1 triliun.
“Dukungan BCA pada sektor UKM tercermin pada Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang tercatat sebesar 22,1%, di atas target yang ditetapkan. Sementara itu, KPR tumbuh 11,6% YoY menjadi Rp 109,6 triliun, dan KKB naik 15,2% YoY menjadi Rp 47,9 triliun, ditopang oleh gelaran BCA Expoversary 2023 yang sedang dilaksanakan,” papar Jahja secara virtual pada Kamis (27/4).
Lanjut ia, saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh 16,2% YoY menjadi Rp14,0 triliun. Sehingga total portofolio kredit konsumer naik 12,7% YoY menjadi Rp 174,5 triliun.
Baca Juga : Adira Kelola Piutang Pembiayaan Mencapai Rp58 Triliun
Adapun penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan naik 11,9% YoY mencapai Rp180,8 triliun di Maret 2023, berkontribusi hingga 25,0% terhadap total portofolio pembiayaan BCA. Dalam rangka mendorong perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, BCA telah menyalurkan kredit untuk kendaraan listrik sebesar Rp327 miliar.
"BCA juga memberikan promo suku bunga kredit bagi debitur komersial dan UKM yang bergerak pada Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan, serta menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha #KaMUKartini dengan suku bunga mulai dari 3,21% eff.p.a. bagi pengusaha wanita atau usaha dengan mayoritas karyawan wanita," tambahnya.
Ia menyatakan dukungan untuk ekonomi sirkular terus diperluas dengan inisiatif daur ulang plastik pembungkus uang, sehingga total limbah non-organik yang dikelola BCA mencapai 11 ton di kuartal I 2023, atau meningkat 319% YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News