Pemda Takalar Gandeng Lembaga Adat Gunakan Pendekatan Budaya untuk Cegah Stunting

Pemerintah kabupaten (Pemda) Takalar bersama Kepala Deputi Litbang BKKBN Muh Rizal Martua Damanik melaunching dapur sehat (Dashat) dan pencanangan kampung KB untuk pencegahan dan penanganan stunting/IST

Pelibatan berbagai stakeholder akan menjamin keberlanjutan program.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Pemerintah kabupaten (Pemda) Takalar bersama Kepala Deputi Litbang BKKBN Muh Rizal Martua Damanik melaunching dapur sehat (Dashat) dan pencanangan kampung KB untuk pencegahan dan penanganan stunting di Balla Lompoa Galesong, Kecamatan Galesong, Selasa (26/7/2022).

Aksi pencegahan dan penanganan stunting kali ini di lakukan melalui pendekatan sosial budaya atau sosiokultural yang menyertakan kebudayaan ke dalam penalaran, interaksi sosial, dan pemahaman diri masyarakat terkait stunting.

"Berbagai pendekatan sudah kita lakukan termasuk pendekatan struktural hingga ke desa sudah kita lakukan, lintas sektoral juga sudah kita lakukan, dan kali ini kita lakukan pendekatan sosio-kultural atau pendekatan budaya," Kata Bupati Takalar H. Syamsari.

Baca Juga : Angka Stunting Makassar 2025 Berhasil Ditekan ke 22,9 Persen, Turun dari 25,6 Persen

Pendekatan budaya melibatkan lembaga atau kelompok adat untuk menambah jumlah stekholder yang terlibat. Pelibatan berbagai stakeholder akan menjamin keberlanjutan program.

Contoh keterlibatan lembaga adat adalah mengingatkan masyarakat bahwa memberi ASI kepada bayinya merupakan warisan agama, warisan budaya yang perlu dijaga bahkan ditingkatkan ditengah serbuan susu buatan.

Demikian juga berbagai jenis makanan bergizi yang sdh ada di sekeliling kita perlu tetap dipertahankan, seperti ubi jalar, kelor itu harus tetap dikonsumsi dengan pengolahan yang berbeda sesuai kebutuhan.

Baca Juga : Rakor TPPS Makassar, Aliyah Serukan Kerja Nyata Atasi Stunting

"Apa yang ada disekitar kita bisa menjadi bahan perbaikan gizi untuk mencegah stunting. Dengan berkreasi kita bisa membuat anak-anak kita mau mengomsumsi sayur dan ikan. Pendekatan yang dilakukan harus berbasis ilmu untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan daya saing anak-anak kita," tandas H. Syamsari.

Hal ini diapresiasi oleh Deputi Litbang BKKBN, Muh Rizal Martua Damanik sebagai upaya pemkab Takalar keluar dari permasalahan stunting.

"Kita sepakat dengan Bupati dan ketua PKK untuk memberikan nama kampung kita kampung siaga stunting. Olehnya itu, Ibu hamil harus diperhatikan, rutin menimbang berat badan, dan memberikan edukasi ibu menyusui  agar mau menyusui anaknya,"paparnya.

Baca Juga : Munafri Ajak Pejabat Baru Turunkan Angka Stunting, TBC dan Pengangguran

Lebih lanjut ia menjelaskan MoU antara Kemenag dan Pemkab Takalar yang nantinya para calon pengantin akan diberi edukasi 3 bulan sebelum menikah. Menurutnya hal ini sudah menjadi bagian dari upaya pencegahan dini stunting.

Rizal menambahkan bahwa semua pihak dapat berperan dalam pencegahan stunting.Stunting di Indonesia sebanyak 24,4 persen, dan di Takalar juga angka stuntingnya masih tinggi, pertanyaannya bagaiamana cara mengatasi stunting ini?

"Caranya adalah mencegah bayi stunting yang baru dan yang ada sekarang kita perbaiki," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru