Mitra Bukalapak Ekspansi Agen Inklusi Keuangan dari Desa
Berbekal keinginan untuk bisa menghasilkan uang tanpa keluar rumah, Ros menggunakan aplikasi Google Playstore untuk berjualan fitur-fitur digital seperti kirim uang, pembayaran angsuran, dan lainnya.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR – Rostina, pemilik warung asal Bulukumba, Sulawesi Selatan yang kini menjadi Mitra Bukalapak. Ia membangun usaha dengan memanfaatkan akses digital untuk memudahkan transaksi masyarakat yang tinggal di desa.
Berbekal keinginan untuk bisa menghasilkan uang tanpa keluar rumah, Ros menggunakan aplikasi Google Playstore untuk berjualan fitur-fitur digital seperti kirim uang, pembayaran angsuran, dan lainnya.
Sejak bergabung sebagai Mitra Bukalapak, Ros tidak hanya bisa mengembangkan bisnisnya, tapi turut menjadi agen inklusi keuangan lokal yang menyediakan berbagai layanan keuangan dan memfasilitasi pembayaran antar bank untuk masyarakat.
Baca Juga : OJK Dorong Inklusi Keuangan dan Gizi Seimbang untuk Masyarakat 3T
“Setelah pakai Mitra Bukalapak, warung saya jadi andalan orang-orang kalau ada kebutuhan beli produk virtual. Kalau sekarang yang paling laris token listrik, bayar dengan Virtual Account, dan top up e-wallet,” ujarnya.
Saat ini, Ros sudah berhasil meningkatkan pendapatan hingga lebih dari 3x lipat perbulannya. Selain itu, ia juga bisa meraih impiannya untuk merenovasi rumah serta membangun warung fisik.
“Selain menghadirkan variasi produk yang beragam, kami juga menghadirkan berbagai inisiatif untuk para pemilik warung dan UMKM dapat meningkatkan semangat kewirausahaan dan antusiasme dalam membesarkan bisnis. Diantaranya lewat berbagai fitur edukasi, pembukuan keuangan, dan desain promosi digital di aplikasi yang mendorong mereka semakin canggih dalam mempromosikan warungnya," jelasnya.
Baca Juga : Budaya Non Tunai Kian Mendominasi Sektor Ekonomi di Sulsel
Sementara itu, Becquini Akbar, VP Mitra Operation & Commerce, Mitra Bukalapak menjelaskan, jika pihaknya terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar online-to-offline (o2o) melalui peningkatan berbagai kapabilitas untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil di Indonesia khusunya di Sulsel.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Nielsen pada tahun 2022, Mitra Bukalapak memiliki level penetrasi tertinggi sebanyak 57% untuk segmen warung yang menggunakan platform o2o, atau lebih besar dari gabungan penetrasi dua kompetitor penyedia platform o2o terbesar berikutnya.
Dengan memberdayakan lebih dari 16,8 juta pemilik warung dan UMKM di seluruh indonesia, Mitra Bukalapak mengemban misi untuk menghadirkan akses digital dan finansial yang merata di seluruh pelosok negeri, termasuk di daerah luar pulau Jawa seperti Makassar.
Baca Juga : Komitmen BI Sulsel dan P2DD Tingkatkan Elektronifikasi Transaksi ETPD
"Meski dikenal sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, inklusi keuangan dan digital di Makassar masih menjadi isu yang perlu diatasi. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Salampua menyebutkan, tingkat literasi keuangan Sulawesi Selatan baru di angka 32,46 persen, atau di bawah rata-rata literasi keuangan nasional. Sistem pembayaran tunai juga masih mendominasi wilayah ini," jelasnya.
Dalam mengatasi tantangan tersebut, Mitra Bukalapak mengembangkan berbagai produk digital dan virtual untuk pemilik warung dapat mentransformasi warung tradisionalnya ke lebih dari 42 jenis produk virtual.
Layanan ini tidak hanya membantu warung memperoleh kemampuan yang dimiliki oleh toko modern, tetapi juga memberdayakan mereka untuk bertindak sebagai agen inklusi keuangan di komunitas mereka.
Baca Juga : Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, OJK Siap Masuk ke Lorong Wisata
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News