Cerita Jemaah Haji Diminta Setop Minum Jamu Setelah Dirawat di RS King Abdul Aziz Makkah

ist

dr. Neny menjelaskan jamu mengandung kortikosteroid yang tidak baik jika dikonsumsi terus menerus dan efeknya akan merusak lambung.

PORTALMEDIA.ID -- Wajah Baden bin Oha 58 tahun jamaah asal embarkasi Sukabumi, Jawa Barat terlihat ceria saat dikunjungi oleh tim visitasi KKHI Makkah, dr. Nevy Shinta Damayanti, dan dr. Ade Yudisthira di ruang rawat inap RS King Abdul Aziz (Al Zahir) Makkah, Senin (25/7/2022).

Baden bin Oha pun sudah bisa dipulangkan ke KKHI setelah menjalani 6 hari perawatan di RSAS. Baden merupakan jamaah haji Indonesia yang dirawat di RS King Abdul Aziz karena membutuhkan perawatan intensif untuk pendarahan di lambung.

“Alhamdulillah bu dokter saya mah sudah sehat,” lapor Baden pada tim visitasi.

Baca Juga : Cuaca Panas dan Beban Pesawat, Kadaker Bandara Imbau Jemaah Tertib Barang Bawaan

dr. Nevy mengatakan, bahwa hari ini, Baden memang sudah bisa pulang dari RS Al-Zahir karena kondisinya sudah stabil.

Pada kesempatan itu dr Nevy juga mengingatkan agar Baden tidak mengkonsumsi lagi jamu-jamuan untuk menghilangkan rasa sakit di dalam tubuhnya. dr. Neny menjelaskan jamu mengandung kortikosteroid yang tidak baik jika dikonsumsi terus menerus dan efeknya akan merusak lambung.

“Nanti dapat mengakibatkan lambung luka yang akhirnya menjadi bocor lambung,” katanya.

Baca Juga : Catat! Barang Ini Dilarang Masuk Koper Bagasi Jemaah

Baden mengaku senang selama dirawat di RSAS, petugas kesehatan Indonesia selalu mengunjunginya setiap hari. Setiap harinya yang bersangkutan selalu menunggu dokter-dokter Indonesia mengunjunginya. Katanya, selain ramah, dokter Indonesia juga selalu membawa makanan yang disukainya.

“Rasanya aneh-aneh makanan Rumah Sakit,” kata Baden dengan logat sunda kental.

Baden mengatakan petugas kesehatan Indonesia sudah memberikan pelayanan yang terbaik.

Baca Juga : Emas dan Air Zamzam Bawaan Jemaah Haji Dibebaskan Bea Masuk

“Terima kasih bu dokter, pak dokter. Saya sudah ditengokin,” kata Baden penuh haru.

Sebelum dikembalikan ke kelompok terbang (kloter), Baden dipulangkan terlebih dahulu ke KKHI Makkah. Tujuannya untuk dicek kembali semua kesehatannya ke dokter spesialis penyakit dalam setelah pulang dari RS King Abdul Aziz Al Zahir Makkah.

“Nanti diperiksa oleh dokter spesialis penyakit dalam setelah semua normal baru dikembalikan ke kloternya,” katanya.

Baca Juga : Jemaah Haji Diingatkan Jangan Berkeluh Kesah di Medsos

Setelah pulih, Baden direncanakan mengikuti pergerakan kloternya menuju madinah, mengingat yang bersangkutan merupakan jemaah haji gelombang dua. dr. Nevy mengingatkan, setibanya di madinah nanti, Baden tidak memaksakan diri untuk melaksanakan aktivitas berlebih yang menyebabkan kesehatannya terganggu.

“Bapak kalau sudah ke Madinah jangan memaksakan diri untuk beribadah yang berlebihan. Bapak lebih baik istirahat dulu,” katanya.

Baden yang didampingi istrinya mengaku siap melaksanakan apa yang diperintahkan tim dokter.

Baca Juga : Viral Video Jemaah Haji Bulukumba Kesasar di Madinah, Ketua Kloter Klarifikasi

Hingga senin (25/7) sebanyak 34 jemaah haji Indonesia yang masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Jemaah tersebar di empat rumah sakit, yaitu RS King Faisal (Syisha), RS Al Noer, RS King Abdul Aziz (Al-Zahir), dan RS King Abdullah. Dari sejumlah tersebut, sebanyak 10 jemaah masih mendapatkan perawatan intensif di ICU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru