Update Kasus Smart Toilet, Tim Penyidik Intel Kejari Makassar Mulai Bergerak
Tim Penyidik Kejaksan Tinggi Makassar terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Smart Toilet Makassar.
PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar masih terus mendalami dugaan korupsi proyek pengadaan toilet pintar atau Smart Toilet tahun anggaran 2018 dengan nilai Rp 19 miliar pada beberapa sekolah SDN dan SMPN di sejumlah kecamatan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Kasus ini masih berproses, sekarang masuk dalam tahap penyelidikan, dan sementara pengumpulan data dan keterangan." ujar Kasi Intel Kejari Makassar, Andi Alamsyah kepada Portalmedia, Rabu (27/7/2022) siang.
"Bidang Intel Kejari Makassar sudah mulai bergerak dan kami tengah mengumpulkan keterangan dan datanya," lanjut Alamsyah.
Baca Juga : Makassar Berkibar Raih Prestasi, 10 Sekolah Sabet Penghargaan Adiwiyata 2025
Terkait hal ini, Alamsyah juga belum mau mengekspose siapa-siapa saja yang dimintai keterangan dalam perkara dugaan korupsi tersebut.
"Makanya kami belum bisa ekspose siapa-siapa yang akan kami panggil karena masih tahap penyelidikan intel," ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim menegaskan bahwa tak ada kerugian negara dalam program toilet pintar atau Smart Toilet yang saat ini tengah diselidiki Kejaksaan Negeri Kota Makassar.
Baca Juga : Kota Makassar Resmi Naik Kelas, Raih Penghargaan Swasti Saba Wiwerda 2025
"2018 program ini telah di audit BPK yang hasilnya ditemukan adalah denda bukan kerugian. Dan kewajiban-kewajiban denda semuanya sudah dikembalikan," kata Muhyiddin saat dihubungi Portalmedia, Kamis (14/7/2022) lalu.
Disdik Makassar Hargai Proses Hukum
Meski demikian, kata dia, pihaknya menghargai proses langkah hukum yang sedang berjalan saat ini.
Dimana, dalam proses tersebut, Kejaksaan Negeri Makassar mencium adanya korupsi dalam proyek pengadaan toilet pintar (smart toilet) yang dianggarkan senilai Rp19 Miliar pada masa jabatan periode pertama, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.
Baca Juga : Distaru Makassar Meriahkan Jalan Sehat HUT Kota Makassar ke-418
Sejauh ini, kasus tersebut sudah naik ke tahap penyelidikan sejak 13 Juni 2022. Dalam proses penyelidikan ditemukan ada dugaan penyelewengan dan kerugian negara. Tercatat, ada 21 orang telah diperiksa baik dari Dinas Pendidikan, pihak sekolah maupun rekanan proyek.
Diketahui, Proyek smart toilet ini adalah ide kreatif dari Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang terbagi atas 16 paket, dengan total anggaran APBD mencapai Rp19 miliar. Konsep toilet smart dilengkapi septic tank biotech yang langsung mengolah limbah menjadi aman dari polusi serta dilengkapi pintu kubikal dengan luasan 2x4 meter serta cepat kering dan bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News