Hadiri Wisuda SPIDI dan SADIQ, JK Bahas Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

ist

Momen penuh khidmat ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Kehadiran tokoh nasional yang akrab disapa JK ini tentu menjadi momentum spesial bagi 120 wisudawan.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sebanyak 106 Santri Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) dan 14 santri Sekolah Alam Darul Istiqamah (SADIQ) di Wisuda.

Kegiatan tersebut berlangsung di Mini Teater Universitas Negeri Makassar (UNM). Sabtu (3/6).

Momen penuh khidmat ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Kehadiran tokoh nasional yang akrab disapa JK ini tentu menjadi momentum spesial bagi 120 wisudawan.

Baca Juga : Dituduh Nistakan Ajaran Kristen, Pihak JK Buka Suara: Jangan Salah Pahami Fakta Sejarah

Saat menyampaikan sambutan, JK turut hadir memberikan sambutan. Ia mengatakan, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mendatangkan ilmu. Di mana ilmu menjadi fondasi kuat untuk menciptakan teknologi.

"Itulah pentingnya berilmu dan berpendidikan. Mudah-mudahan generasi kita akan makin baik ke depan. Karena, ilmu dan semangat tidak ada apa-apanya tanpa kerja keras," ungkap JK, Sabtu (3/6/2023).

Jika melihat sejarah, kata Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini, perempuan berperan besar dalam kemajuan suatu bangsa. Namun, dalam hal tersebut perempuan itu haruslah memiliki ilmu. JK mencontohkan sosok Siti Khadijah.

Baca Juga : Jelang Ramadhan, DMI Bantu Masjid dan Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara

Ia melanjutkan, pelajar dengan status santriwati memiliki kelebihan yaitu bisa mendapatkan pendidikan umum dan agama sekaligus. Menurutnya, hal itu bisa menggabungkan dua tujuan yaitu dunia dan akhirat.

"Ada ungkapan seperti ini, tanpa ilmu, akan gelap. Tapi tanpa agama, dunia akan mati. Sehingga, dua hal itu jika digabung maka akan terang dan hidup," kata JK.

Dewan Pembina SPIDI, Muzayyin Arif mengungkapkan harapannya bagi para wisudawan. Menurutnya, generasi muda saat ini harus turut berkontribusi dalam kemajuan negara Indonesia. Terutama dalam mendorong pendidikan berbasis agama.

Baca Juga : Nusron Wahid Respons Tanah Jusuf Kalla Diserobot: Kami Sudah Bersurat ke Pengadilan Negeri

"Jika kita cinta pada negara, mari sama-sama kita tunjukkan dan buktikan kontribusi kita. Mendorong pendidikan agar lebih maju. Tanggung jawab itu ada di pundak kita, di pundak anak-anak dan generasi penerus kita," ungkap Muzayyin dalam sambutannya.

Menanamkan karakter cerdas dan berjiwa qur'ani menjadi poin penting. Apalagi saat ini, kata Muzayyin, pendidikan agama masih dipandang sebagai pendidikan alternatif. Olehnya itu, lanjutnya lagi, sudah menjadi tugas bersama untuk menjadikan pendidikan agama sebagai pendidikan yang utama.

"Itulah yang kami terus dorong dalam lingkup pendidikan di SPIDI dan SADIQ. Kita terus menjalankan program transformasi untuk mengantar pendidikan kita menjadi rujukan masyarakat," jelas Muzayyin.

Baca Juga : Jusuf Kalla Tinjau Lahan 16 Hektare, Tegaskan Pembelian Sah dari Ahli Waris Raja Gowa

Wisuda SPIDI-SADIQ juga dihadiri oleh Pembina Pesantren Darul Istiqamah, KH. M. Arif Marzuki Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Totok Imam Santoso, Bupati Kabupaten Maros yang diwakili oleh Staf Ahli, Prayipno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru